Pelepasan Jemaah Haji Kolaka: Pesan Bupati Amri dan Kisah Lansia
Bupati Kolaka H. Amri resmi melepas 431 jemaah haji Kolaka 2026 di Masjid Agung Khaerah Ummah. Simak jadwal keberangkatan, rincian kloter, dan kisah jemaah tertua.
KOLAKA – Isak tangis haru pecah di bawah kubah Masjid Agung Khaerah Ummah, Senin (11/5/2026). Di hadapan ratusan keluarga yang memadati pelataran, Bupati Kolaka H. Amri melepas secara resmi 431 jemaah haji asal Kabupaten Kolaka untuk memulai perjalanan spiritual menuju Tanah Suci Mekkah.
"Selamat jalan, semoga Allah memudahkan seluruh rangkaian ibadah," ujar Amri dengan suara bergetar saat memberikan sambutan. Bagi para tamu Allah ini, momen ini adalah penantian panjang yang akhirnya terbayar tunai.
Pesan Bupati Amri: Jaga Martabat Kolaka di Tanah Suci
Bupati Amri menekankan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan amanah besar membawa nama baik daerah. Beliau mengingatkan para jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kekompakan selama 40 hari menjalankan rukun Islam kelima di Arab Saudi.
"Labbaikallahumma labbaik... Jaga niat, jaga lisan, jaga sikap. Bapak-Ibu adalah duta Kolaka di hadapan dunia," tegas Amri. Pesan ini bukan tanpa alasan, mengingat jutaan manusia dari berbagai belahan dunia akan berkumpul di satu titik yang sama.
Kehadiran jemaah asal Kolaka diharapkan menjadi representasi santunnya masyarakat Sulawesi Tenggara. Bupati juga menitipkan doa agar para jemaah mendoakan keberkahan dan kedamaian bagi Bumi Mekongga saat berada di depan Ka’bah nanti.
Kisah Andi Suaib dan Nurazizah: Dari 89 Hingga 17 Tahun
Sisi kemanusiaan yang mencolok tahun ini adalah keberagaman usia para jemaah. Semangat luar biasa ditunjukkan oleh Andi Suaib, jemaah tertua asal Kolaka yang kini menginjak usia 89 tahun. Meski fisiknya tak lagi muda, binar matanya memancarkan keteguhan hati untuk menyempurnakan ibadah.
Kontras dengan Andi, terdapat Nurazizah Aris Dg Situju, remaja berusia 17 tahun yang tercatat sebagai jemaah termuda. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa panggilan berhaji tidak mengenal batasan usia. Bupati Amri secara khusus meminta jemaah yang lebih muda untuk proaktif membantu para lansia selama di perjalanan maupun saat prosesi ibadah.
"Saling tolong-menolong adalah kunci. Terutama kepada orang tua kita seperti Pak Andi Suaib, pastikan mereka mendapatkan kenyamanan dalam beribadah," tambah Bupati.
Jadwal Keberangkatan dan Rincian Kloter Haji Kolaka
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kolaka, H. Muh. Ilyas, memastikan bahwa dari total 431 jemaah, seluruhnya telah dinyatakan sehat dan memenuhi syarat istithaah kesehatan. Namun, terdapat satu jemaah yang terpaksa tertunda keberangkatannya karena faktor kesehatan dan akan diprioritaskan pada musim haji mendatang.
Rombongan jemaah haji Kolaka dijadwalkan terbang menuju Embarkasi Makassar melalui Bandara Sangia Nibandera pada 14 Mei 2026. Berdasarkan data teknis, pemberangkatan terbagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter):
Kloter 34: 10 Jemaah
Kloter 35: 36 Jemaah
Kloter 36: 383 Jemaah (Rombongan Utama)
Kloter 38: 2 Jemaah
Tantangan Cuaca dan Kesiapan Fisik
Keberangkatan musim haji 2026 ini diprediksi akan menghadapi tantangan cuaca yang cukup terik di jazirah Arab. Persiapan fisik dan hidrasi menjadi kunci utama bagi 431 jemaah haji Kolaka agar tetap prima hingga puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Langkah Pemkab Kolaka dan Kemenag dalam melakukan pendampingan intensif sejak manasik hingga pelepasan hari ini menjadi modal penting bagi keselamatan dan kelancaran ibadah para jemaah. Kini, doa-doa terbaik mengiringi langkah mereka menuju pintu Baitullah.***