Pemkab Sinjai Belajar Penanganan Banjir di Kota Semarang

  • Whatsapp
banner 300600

JALURDUA.COM, SINJAI- Penanganan banjir yang selama ini melanda kota Sinjai disaat curah hujan tinggi harus ditemukan solusinya. Sejumlah daerah yang kerap direndam banjir diantaranya Sinjai bagian Timur, Lappa, dan tengah kota Sinjai.

Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa, selasa (27/8/2019) kemarin menemui Wali Kota Semarang, Jawa Tengah,  dalam agenda Studi Komperatif untuk penanganan banjir Sinjai di Gedung Moh Ihsan Lantai 8 Kota Semarang.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Didampingi Ketua DPRD Sinjai Abd Haris Umar, unsur Forkopimda, Kadis Kominfo dan Persandian, Irwan Suaib, Plt Camat Sinjai Utara A. Jefrianto Asapa, dan beberapa lainnya, rombongan diterima langsung oleh Ibu Wali Kota, Ir. Hj Hevearita Gunaryanti.

Kedatangan rombongan Pemkab Sinjai disambut baik, bahkan Hevearita menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sinjai yang telah bersedia berbagi ilmu terkait penanganan banjir yang memang menjadi prioritas pada visi dan misi Pemkot Semarang.

“Semoga bisa menjadi acuan, ini juga menjadi salah satu sinergi yang luar biasa, bagaimana pembangunan itu menjadi prioritas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. [smoothrecent]

Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa, mengaku, kota Semarang dianggap cukup berhasil menanggulangi bencana banjir di daerahnya. Terlebih, kota Semarang dan Kabupaten Sinjai memiliki kondisi alam yang sama dengan seringnya terjadi pasang surut air laut.

Meski tidak berskala besar, namun genangan dan banjir di Sinjai, ungka Bupati, tetap menimbulkan kerugian di masyarakat sehingga sebagai kepala daerah, ia mengaku bertanggung jawab dan menginginkan reaksi cepat dalam menangani masalah tersebut.

Sesuai data dari BPBD, jika kondisi tanah di sekitar Lapangan Sinjai Bersatu ke arah RSUD Sinjai mirip cekungan. Bahkan kedalaman tanah di daerah itu sekitar 50 sampai 70 cm diatas permukaan laut.

“Kejadian ini sudah menjadi langganan setiap tahun pada saat musim hujan sehingga perlu dicarikan solusi yg tepat untuk mengatasinya,” Jelasnya.

Andi Seto berharap apa yang dilakukan Pemkot Semarang dalam mengatasi banjir di wilayahnya juga dapat diterapkan di Bumi Panrita Kitta. Seperti pembangunan bendungan, waduk dan kolam retensi.

Pembangunan tersebut kedepan juga diharapkan tidak hanya sebatas untuk mengatasi banjir saja tapi juga bermanfaat di sektor pertanian dan pariwisata.

“Ini juga bisa kita manfaatkan sebagai sumber air untuk pengairan lahan pertanian dan sebagai obyek wisata yang dapat meningkatkan PAD kita,” jelasnya. (Wan)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.