JALUR DUA.COM, BULUKUMBA.–Di tengah tantangan pertanian modern, petani jagung di Kabupaten Bulukumba dan Bantaeng, Sulawesi Selatan, merayakan peningkatan hasil panen yang signifikan. Rahasianya? Penggunaan herbisida selektif Sagri Storm, yang terbukti lebih ampuh membasmi gulma tanpa merusak tanaman utama. Produk ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga menghemat waktu dan tenaga petani dalam mengelola lahan.
H. Bahrung, seorang petani dari Kaloling, Kabupaten Bantaeng, berbagi pengalamannya setelah bertahun-tahun mengandalkan Sagri Storm. “Saya sudah lama pakai ini racun. Hasil panennya meningkat berkat Sagri Storm, tidak ada gulma lagi,” ungkapnya dengan antusias. Menurutnya, gulma yang dulu sering menghambat pertumbuhan jagung kini terkendali sepenuhnya, memungkinkan tanaman berkembang optimal.
Cerita serupa datang dari Zainuddin, ketua kelompok tani di Balleangin, Kecamatan Ujungloe, Bulukumba. Ia menekankan efektivitas produk ini terhadap gulma membandel. “Saya terbukti sudah gunakan dengan baik. Itu rumput sippo-sipo tedong mati semua,” ujarnya, merujuk pada jenis gulma lokal yang sulit dibasmi dengan herbisida konvensional.
Arif, perwakilan Sagri Storm untuk wilayah selatan Sulawesi Selatan, menyambut baik testimoni para petani. “Alhamdulillah kami senang hasil panen petani jagung meningkat. Ini bukti produk Sagri Storm benar-benar bermanfaat bagi petani,” katanya. Ia juga mengapresiasi peran petani dalam mengedukasi masyarakat tentang pengendalian gulma, sambil berharap masukan lebih lanjut untuk inovasi produk.
Sagri Storm, herbisida selektif khusus untuk jagung, mengandung tiga bahan aktif utama: Nicosulfuron 100 g/l, Atrazine 400 g/l, dan Carfentrazone ethyl 50 g/l. Formulasi Sagri Storm 100/400/50 SC ini dirancang untuk mengatasi gulma daun lebar dan sempit, tanpa risiko keracunan pada jagung. Pengendalian gulma dini sangat krusial, karena gulma bisa merebut nutrisi, air, dan ruang tumbuh, bahkan menurunkan panen hingga 50% jika dibiarkan.
Untuk hasil maksimal, semprotkan Sagri Storm pada umur tanaman 11-21 hari setelah tanam. Dosis rekomendasi: 60-75 ml per tangki untuk 11-14 hari, dan 80-100 ml untuk 15-21 hari. Penyemprotan langsung ke gulma memastikan efektivitas tinggi, membantu petani mencapai panen berkualitas.
Kisah sukses ini menginspirasi petani lain untuk beralih ke solusi modern seperti Sagri Storm, mendukung pertanian berkelanjutan di Sulawesi Selatan.(*)






