JALUR DUA.COM, BULUKUMBA.–Pertemuan kelompok tani di Kamangi, Lingkungan Kalimassang, Kelurahan Mariorennu, Jumat (28/11/2025), berlangsung sederhana namun penuh antusiasme. Para petani dari berbagai kelompok sudah hadir sejak awal, membawa aspirasi sekaligus harapan atas regulasi baru yang dikeluarkan Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.
Pertemuan dibuka oleh penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Bulukumba, A. Nastainah, SP., M.Si, yang menegaskan pentingnya memahami kebijakan baru ini secara menyeluruh.
“Pupuk adalah komponen biaya produksi yang sangat menentukan. Karena itu, kebijakan baru ini harus dipahami bersama agar tidak menimbulkan salah tafsir di lapangan,” ujar Nastainah.
Selanjutnya, pihak Kelurahan Mariorennu yang diwakili Kasi Ekbang Saiful, memaparkan inti regulasi terbaru dari Kementan. Regulasi tersebut menetapkan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen dari harga sebelumnya.
Dalam penjelasannya, Saiful menekankan bahwa penyesuaian ini merupakan langkah pemerintah untuk meringankan beban biaya produksi petani serta memastikan distribusi pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran.
“Implementasi HET harus diawasi bersama oleh pemerintah setempat, distributor, dan kelompok tani agar tidak terjadi penyimpangan harga,” tegasnya.
Para petani tampak menyimak serius. Sebagian mengangguk lega karena penurunan harga ini diharapkan dapat meningkatkan keuntungan pada musim tanam mendatang. Namun sejumlah petani juga menanyakan ketersediaan pupuk, mekanisme penebusan, hingga potensi keterlambatan distribusi.
Seluruh pertanyaan dijawab satu per satu, disertai penegasan bahwa pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan distributor dan mitra terkait demi kelancaran distribusi.
Memasuki akhir pertemuan, disepakati pembentukan tim kecil dari kelompok tani untuk memantau harga pupuk pada tingkat pengecer. Tim ini juga bertugas melaporkan bila ditemukan harga yang tidak sesuai HET.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjalankan regulasi ini secara konsisten demi menjaga kelancaran produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Mariorennu dan sekitarnya.(*)






