Selasa, Mei 26, 2020

Polisi Bubarkan Pengunjung Cafe di Bulukumba

Jalurdua.com, Bulukumba- Untuk sebahagian orang di Kabupaten Bulukumba, imbauan pemerintah untuk tetap di dalam rumah selama 14 hari, tak diindahkan.

Saat malam hari utamanya, mereka masih banyak yang bergerombol di tempat-tempat umum, seperti cafe dan warung. Padahal, Bupati Bulukumba telah mengeluarkan surat edaran, agar masyarakat mengindari kerumunan demi mencegah penyebaran virus corona yang telah merabak saat ini di Indonesia.

Bahkan, adu mulut dengan polisi terjadi di Jl. Dr. Samratulangi, saat seorang pria bercelana pendek dengan baju singlet hitam berteriak di jalan karena tak ingin cafenga ditutup.

Padahal, malam itu, selasa (24/3/2020), Polres Bulukumba yang dipimpin oleh Wakapolres Kompol Syarifuddin hanya berkeliling meminta warga untuk meninggalakan lokasi, dan tidak nongkrong di cafe. Bukan menutup cafe.

Personel polisi menggunakan pelantang suara mengimbau warga untuk membubarkan diri dan menjauhi kerumunan untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau COVID-19.

“Ada beberapa lokasi, yang dijadikan tempat nongkrong kita bubarkan. Padahal sebelumnya himbauan agar tetap di rumah sudah disampaikan, namun tetap masih ada juga yang sering berkumpul di warkop,” Ungkap Kompol Syarifuddin,SH.

Langkah tersebut katanya, merupakan salah satu cara pihak kepolisian khususnya Polres Bulukumba untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona covid-19. .

“Semoga masyarakat sadar tentang kondisi ini, sebagian warga memang masih terkesan cuek dengan imbauan pemerintah tentang social distancing. Sebab, tempat-tempat keramaian seperti warkop dan Cafe di Kota Kabupaten Bulukumba masih ramai di kunjungi warga, “ujarnya.

Tak hanya kepolisian, Satpol PP Bulukunba juga turun melakukan imbauan. Hasilnya, di Areal Lapangan Pemuda telah sepi. Tak seperti waktu sebelumnya yang ramai warga karena menjadi pusat wisata kuliner malam hari. Juga lokasi Car Free Night. (Uno)

BANTAENG

Index

Cara Klasik Grebek Sahur Karang Taruna Harapan Baru Desa Taccorong

Bulukumba - Banyak cara yang di lakukan warga untuk membangunkan makan sahur slah satunya dengan cara berkeliling kampung dan menabuh genderang beduk...

Burasa Virtual Terbungkus Papparampa

"Papparampa adalah moral budaya leluhur yang layak dilestarikan untuk memupuk rasa 'asselessurengeng' atau ukhuwah atau persaudaraan."

Cerpenis Ini Ibu Rumah Tangga Biasa di Salassae

"Cinta Dua Zaman" dan "Cinta Dua Sahabat." Tulisan lainnya sementara dalam proses penerbitan.

Andi Mappasomba Menarik Pelatuk

Dia sedang mengimbau agar para netizen Bulukumba mau belajar memproduksi narasi-narasi cerdas dan elegan terkhusus seputar pemilukada.