News and Education Versi penuh
Daerah

Polres Bulukumba Kawal Keberagaman Lewat Nilai Pancasila

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Polres Bulukumba tegaskan komitmen jaga persatuan dan netralitas di tengah keberagaman suku dan budaya di Sulsel.

Oleh Uno 01 Jun 2026 11:16 4 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA — Lapangan upacara Mapolres Bulukumba mendadak hening ketika tiga personel Bintara Remaja melangkah tegap, membentangkan Bendera Merah Putih di bawah langit pagi yang cerah. Di tengah kemajemukan masyarakat Sulawesi Selatan, Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba mengambil momentum Hari Lahir Pancasila, Senin, 1 Juni 2026, untuk menegaskan kembali komitmen korps bhayangkara sebagai pelindung dan perekat keberagaman di wilayah hukumnya.

Upacara yang berlangsung khidmat sejak pukul 07.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., yang bertindak selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, kendali barisan di lapangan dipercayakan kepada Ipda H. Mulyadi sebagai Komandan Upacara. Kehadiran seluruh elemen pengamanan daerah, mulai dari Pejabat Utama (PJU), perwira, bintara, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) Polres Bulukumba, memperlihatkan satu kesatuan komitmen institusional yang solid.

Langkah tegap para personel dan gema pembacaan teks Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 seolah menggetarkan suasana pagi. Suasana semakin sakral saat Brigpol Sri Rahayu Rahman maju memimpin pembacaan teks Pancasila, yang langsung diikuti dengan lantang oleh seluruh peserta upacara. Momentum ini bukan sekadar rutinitas tahunan kalender kedinasan, melainkan sebuah ikrar nyata di tengah dinamika sosial kemasyarakatan yang dinamis.

Pancasila Pemersatu Bangsa: Titik Temu di Tengah Keberagaman Bulukumba


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema besar "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia." Bagi wilayah seperti Bulukumba yang kaya akan adat, tradisi, dan latar belakang sosial, tema ini memiliki resonansi mendalam yang langsung menyentuh akar rumput. Institusi kepolisian dituntut tidak hanya menjadi penegak hukum, tetapi juga ruang netral yang mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat.

Dalam amanatnya di hadapan ratusan personel, Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto menggarisbawahi makna filosofis dari tema tahun ini. Menurutnya, keragaman suku, agama, budaya, bahasa, hingga status sosial merupakan realitas yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, termasuk di jazirah selatan Sulawesi ini.

"Dengan keberagaman tersebut, Pancasila menjadi titik temu yang memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar AKBP Restu Wijayanto dengan nada tegas dari atas podium upacara.

Pernyataan tersebut mengirimkan pesan kuat ke publik bahwa di tengah perbedaan, kepolisian memandang seluruh warga negara setara di mata hukum. Pancasila diposisikan sebagai jembatan yang mereduksi potensi gesekan sosial, sekaligus instrumen utama bagi personel kepolisian dalam mengambil keputusan yang adil di lapangan.

Menjawab Tantangan Teknologi dan Transformasi Global


Tantangan menjaga persatuan di era modern kini telah bergeser. Konflik tidak lagi hanya terjadi di dunia fisik, melainkan kerap terpolarisasi melalui ruang-ruang digital. Menyadari hal tersebut, Kapolres Bulukumba secara khusus mengingatkan jajarannya agar tidak gagap dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur dasar negara di tengah serbuan arus informasi.

Ia menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila harus dilepaskan dari belenggu seremonial masa lalu. Momentum 1 Juni harus dijadikan pijakan untuk memperbarui cara kerja kepolisian dalam melayani masyarakat yang kian kritis di era digital.

"Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa terhadap nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi berdirinya NKRI," tutur Kapolres menambahkan.

Personel Polres Bulukumba didorong untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari. Hal ini dinilai krusial, terutama di tengah perkembangan dunia yang semakin cepat, kemajuan teknologi, serta berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Perlindungan terhadap hak-hak digital masyarakat, pemberantasan hoaks yang memecah belah, dan pelayanan yang humanis adalah bentuk konkret pengamalan ideologi tersebut.

Soliditas Internal dan Pandangan ke Depan


Upacara yang ditutup dengan doa bersama ini berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmat. Keberhasilan pelaksanaan acara ini mencerminkan tingginya kedisiplinan dan soliditas internal yang dimiliki oleh Polres Bulukumba dalam mengawal kebijakan-kebijakan strategis negara.

Nilai gotong royong yang menjadi intisari dari ideologi bangsa kembali digaungkan sebagai solusi atas berbagai persoalan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Sinergi antar-satuan di dalam Polres, mulai dari intelijen, reserse, hingga bhabinkamtibmas di desa-desa, menjadi kunci utama keberhasilan menjaga kondusifitas daerah.

"Marilah kita terus memperkokoh persatuan, mempererat semangat gotong royong, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Dirgahayu Hari Lahir Pancasila Tahun 2026," ucap AKBP Restu Wijayanto mengakhiri amanatnya.***

Topik terkait
Polres Bulukumba Hari Lahir Pancasila 2026 Kapolres Bulukumba