News and Education Versi penuh
Olahraga

Prabowo Subianto: Pencak Silat Adalah Cermin Kepribadian Bangsa

Presiden Prabowo Subianto tegaskan pencak silat adalah cermin kepribadian bangsa dan instrumen ketahanan nasional dalam Munas XVI IPSI 2026 di Jakarta.

Oleh Uno 12 Apr 2026 20:12 3 menit baca

JAKARTA – Di bawah cahaya lampu Neon Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (11/04/2026), Presiden Prabowo Subianto berdiri tegak di mimbar Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Suaranya berat namun penuh penekanan saat ia menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar gerak fisik atau adu tanding di atas matras, melainkan fondasi karakter yang membentuk jati diri nasional Indonesia.

"Pencak silat ya olahraga, seni bela diri, benar. Tapi lebih dari itu, pencak silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia," ujar Presiden Prabowo.


Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Bagi Prabowo, yang telah puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk dunia persilatan, olahraga ini adalah manifestasi dari ketangguhan fisik dan kedalaman jiwa. Ia menekankan bahwa esensi tertinggi dari seorang pesilat adalah perpaduan antara keberanian dan kerendahan hati.

Filosofi Pendekar: Melindungi Tanpa Kesombongan


Dalam pandangan Prabowo, kekuatan sejati tidak pernah lahir dari keinginan untuk menindas. Ia mengingatkan para atlet dan pengurus IPSI masa bakti 2026–2030 bahwa ilmu bela diri yang mereka pelajari memiliki tujuan yang jauh lebih mulia daripada sekadar memenangkan medali.

"Hampir semua perguruan, dan semua guru, mengajarkan ilmu ini adalah untuk membela diri, membela keluargamu, membela desamu, membela masyarakatmu, membela bangsamu," lanjutnya.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai kesatria dimulai dari keberanian yang digunakan untuk melindungi. Di tengah dunia yang semakin kompetitif, pesan ini menjadi pengingat agar kekuatan fisik tidak disalahgunakan untuk kesombongan atau pamer kekuasaan. Bagi Prabowo, seorang pendekar sejati adalah mereka yang paling tenang di tengah badai, namun paling depan dalam membela kebenaran.

Ketahanan Nasional Berawal dari Desa dan Surau
Salah satu poin menarik dalam pidatonya adalah keterkaitan antara pembinaan silat dengan stabilitas negara. Prabowo melihat adanya kontribusi langsung antara masyarakat yang berlatih silat dengan ketangguhan nasional secara makro.

"Kalau tiap dukuh, tiap desa, tiap kecamatan masyarakatnya kuat, masyarakatnya baik, stabil, tenang, maka bangsa ini kuat," tegas Kepala Negara.

Ia kemudian membawa hadirin kembali ke masa silam, sebuah catatan sejarah yang getir namun heroik. Prabowo menceritakan bagaimana pencak silat sempat menjadi "ilmu terlarang" di bawah penjajahan asing. Para guru silat zaman dahulu harus memutar otak agar warisan ini tidak punah.

"Waktu itu pencak silat dilarang. Akhirnya pencak silat dilatih malam-malam oleh guru-guru kita. Di bukit-bukit, di gunung-gunung, di surau-surau," ungkapnya, menggambarkan betapa kuatnya determinasi bangsa untuk mempertahankan identitasnya meski di bawah tekanan senjata.

Menjaga Warisan Budaya di Tengah Dinamika Global


Penegasan Presiden Prabowo dalam Munas XVI IPSI ini memperkuat posisi pencak silat sebagai warisan budaya yang hidup (living heritage). Di era globalisasi, silat bukan hanya tentang pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk persatuan dan ketahanan nasional.

Melalui pembinaan yang tepat, pencak silat diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kompas moral yang jelas. Ini adalah visi besar untuk menjadikan Indonesia bangsa yang disegani bukan karena agresivitasnya, melainkan karena karakter manusianya yang kokoh.

Munas XVI IPSI 2026 ini menandai babak baru bagi dunia persilatan Indonesia. Dengan dukungan penuh dari pucuk pimpinan negara, tantangan ke depan adalah bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai tradisional silat ke dalam sistem pendidikan karakter modern. Pencak silat kini resmi diposisikan bukan hanya sebagai cabang olahraga prestasi, melainkan sebagai benteng terakhir kepribadian bangsa di panggung dunia.*

Topik terkait
prabowo Pencak Silat Munas XVI IPSI