JALUR DUA.COM, BULUKUMBA – Tidak semua tokoh lahir dari panggung besar. Sebagian justru tumbuh dari kerja senyap, ketekunan, dan keberanian mengambil risiko sejak muda. H. Naim Gani adalah salah satunya. Alumni SMA Negeri 2 Bulukumba angkatan 1998 ini dikenal aktif dan mandiri sejak remaja. Usai menamatkan pendidikan, ia tidak menunggu kesempatan datang—ia memilih menciptakannya sendiri.
Langkah awalnya di dunia usaha menjadi fondasi penting yang kemudian membawanya terlibat lebih jauh dalam organisasi, hingga politik lokal. Perjalanan itu tidak selalu mulus. Namun konsistensi dan jejaring yang dibangun dari bawah membuat namanya kini diperhitungkan di Bulukumba.
Membangun Usaha Sejak Dini: Mental Mandiri Sejak Muda
Selepas lulus sekolah, H. Naim Gani mengambil jalur yang tidak mudah. Ia langsung terjun membangun usaha sendiri. Dunia bisnis menjadi ruang belajar pertamanya—tempat ia memahami arti disiplin, manajemen risiko, serta pentingnya membaca peluang ekonomi.
Pengalaman sebagai pengusaha memberinya pemahaman nyata tentang denyut ekonomi masyarakat. Bukan sekadar teori, melainkan praktik langsung menghadapi naik-turun usaha, persoalan lapangan kerja, hingga tantangan pasar. Nilai inilah yang kemudian membentuk cara pandangnya dalam berorganisasi dan berpolitik: lebih membumi, realistis, dan berorientasi solusi.
Aktif Berorganisasi: Memperluas Jejaring dan Perspektif
Keterlibatan di berbagai organisasi menjadi fase penting dalam pembentukan kepemimpinan H. Naim Gani. Ia tercatat aktif di sejumlah organisasi strategis, antara lain:
KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia)
Pemuda Pancasila
HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
AKSI (Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia)
APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia)
Perpadi (Perkumpulan Penggilingan Padi)
Aktivitas organisasi ini bukan sekadar formalitas. Di sanalah ia memperluas jejaring sosial, memahami isu kepemudaan, ketenagakerjaan, serta dinamika dunia usaha. Pengalaman lintas sektor tersebut memperkaya perspektifnya terhadap persoalan ekonomi lokal maupun nasional.
Dari Organisasi ke Politik Lokal
Keterlibatan panjang di dunia organisasi secara alami membawanya ke ranah politik. H. Naim Gani memahami bahwa banyak persoalan ekonomi dan sosial membutuhkan kebijakan yang berpihak dan kepemimpinan yang kuat.
Keputusannya bergabung dengan Partai Perindo menjadi titik penting dalam perjalanan politiknya. Saat ini, ia dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Perindo Bulukumba. Amanah tersebut mencerminkan kepercayaan internal partai sekaligus rekam jejak organisasional yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Kepemimpinan Lokal dan Tantangan Daerah
Sebagai Ketua DPD Perindo Bulukumba, H. Naim Gani berada di garis depan dinamika politik lokal. Tantangan pembangunan daerah, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pemberdayaan generasi muda menjadi bagian tak terpisahkan dari perannya.
Latar belakang sebagai pengusaha dan aktivis organisasi memberi warna tersendiri dalam pendekatannya. Ia dikenal lebih pragmatis, berbasis kebutuhan riil masyarakat, serta menekankan kerja nyata dibanding sekadar retorika.
Akar Keluarga: Nilai Kerja Keras dan Kebersamaan
Di balik aktivitas publiknya, H. Naim Gani dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi nilai keluarga. Ia merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara, pasangan H. Gani dan Cannupe. Lingkungan keluarga yang menanamkan nilai kerja keras, kemandirian, dan kebersamaan menjadi fondasi karakter yang ia bawa hingga kini.
Nilai-nilai tersebut kerap tercermin dalam gaya kepemimpinannya—tegas dalam prinsip, namun tetap mengedepankan pendekatan kekeluargaan.
Konsistensi sebagai Modal Utama
Kisah H. Naim Gani adalah cerita tentang konsistensi. Dari dunia usaha, organisasi, hingga politik, jalannya dibangun secara bertahap. Bagi masyarakat Bulukumba, ia bukan sekadar figur politik, melainkan representasi dari proses panjang yang berangkat dari kemandirian dan kerja keras.(*)






