PT. Lonsum Bulukumba Berhentikan Ratusan Pekerja, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp
Demo karyawan Lonsum Balambessie beberapa waktu lalu
banner 300600

JALURDUA.COM, BULUKUMBA- Sebanyak 350 orang Pekerja Harian Lepas (PHL) diberhentikan oleh managemen PT. Lonsum di Bulukumba sejak beberapa waktu terakhir ini. Penyebabnya, karena adanya potensi kerugian yang bisa dialami oleh perusahaan karet terbesar di Sulsel.

Koordintor pekerja Lomsum Balambessie Estate, Lukman mengaku, pihak perusahan telah memberhentikan secara bertahap dengan alasan yang beragam, belakangan ini. Bahkan jumlahnya tidak sedikit.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Pemecatan itu juga terjadi di Lonsum Palangisang, Kecamatan Ujung Loe. Pihak perusahaan telah memberhentikan karyawan dengan alasan yang tak jelas.

“Jadi sekitar 350 orang yang di dalamnya terancam berhenti dan sudah diberhentikan secara pasti. Pemecatannya bertahap, ada 5 bulan yang lalu, ada 2 bulan ada 1 bulan dan trakhir kemarin kurang lebih 30 orang lagi di PHK, dan tdk menutup kemungkinan akan berlanjut lagi dikemudian hari,” Jelas Lukman, yang juga korban pemberhentian.

    Lukman berharap, pihak manegemen PT. Lonsum untuk segera mengambil sikap yang pro terhadap pekerja. “Kalau memang kehadiran PT. Lonsum tidak lagi mampu mensejahterakan karyawan dan masyarakat sekitar Lonsum, Silahkan angkat kaki dari Butta Panrita Lopi setelah membayarkan hakhak dari pekerja yang telah di PHK,” Tambahnya.

    Pihak pekerja menuntut, iuran yang telah dipotong untuk BPJS, namun tidak didaftarkan, termasuk pula jasa penghargaan berupa pesangon atas pengabdian selama ini, karena menurut Lukman itu diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan.

    Para pekerja yang di PHK juga mengancam melakukan demonstrasi besar-besaran di beberapa tempat, Kamis (3/9/2019) mendatang.

    Sementara itu, Humas PT. Lonsum, Muh. Rusli yang dikonfirmasi membenarkan adanya PHK. Alasannya karena adanya peremajaan dibeberapa tempat atau Alpha.

    “Jadi bukan pemberhentian, tapi mengalihkan ke kerja borongan. Namun ada beberapa yang menolak, utamanya di Balambessie,” Katanya.

    Menyikapi adanya demonstrasi, menurutnya hal wajar selama tidak anarkis. (Uno)

    Pos terkait

    banner 300600

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.