BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data
BPS dan Pemkab Bulukumba luncurkan Program Desa Cantik di Rilau Ale untuk tingkatkan literasi data desa demi pembangunan tepat sasaran dan akuntabilitas anggaran.
JALURDUA BULUKUMBA – Riuh tepuk tangan pecah di aula Desa Bonto Matene, Kamis, 16 April 2026. Di sana, Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba resmi memancangkan tonggak baru: Program Desa Cinta Statistik (Cantik). Bukan sekadar seremoni, langkah ini adalah upaya sistematis untuk membedah data dari unit terkecil pemerintahan agar pembangunan tak lagi meraba-raba dalam gelap.
Kecamatan Rilau Ale menjadi panggung utama, dengan tiga desa. Bonto Matene, Tanah Harapan, dan desa Topanda sebagai lokus pembinaan. Inisiatif strategis ini lahir dari kegelisahan panjang tentang seringnya bantuan sosial atau anggaran pembangunan meleset dari target akibat karut-marutnya pendataan di tingkat akar rumput.
Mengubah Desa dari Objek Menjadi Produsen Data
Kepala BPS Kabupaten Bulukumba, Herbudiman Suwandi, berdiri di depan forum dengan nada bicara yang visioner. Baginya, sudah saatnya desa berhenti menjadi objek yang hanya disodori formulir oleh petugas pusat. Desa harus berdaulat atas datanya sendiri.
- BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir
- BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba
- Penyelamatan Penyu Lekang Bulukumba: Kembali ke Laut Lepas
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid