Ekonomi Desa: Kolaborasi Apindo dan Kades Manyampa di Bulukumba
Ketua Apindo Bulukumba H. Islamuddin bahas strategi bisnis desa di Manyampa guna cegah usaha mati tengah jalan melalui pendampingan manajemen dan akses pasar.
JALURDUA BULUKUMBA – Di sudut Warkop C7 yang riuh, aroma kopi hitam beradu dengan uap pisang goreng hangat saat Ketua Apindo Bulukumba, H. Islamuddin, mengetuk meja pelan untuk menekankan sebuah poin krusial. Selasa, 28 April 2026, bukan sekadar hari bersantai bagi para tokoh ini, melainkan momentum sinkronisasi data mentah antara pengusaha dan birokrasi tingkat desa. Pertemuan informal yang mempertemukan Islamuddin, Bendahara Apindo H. Naim Gani, dan Kepala Desa Manyampa Abbas Madda ini, fokus membedah bisnis desa agar tidak lagi terjebak pada persoalan klasik: mati suri di tengah jalan.
Strategi Manajemen dan Napas Panjang Pengusaha
Islamuddin tampak serius saat mengaduk kopinya. Bagi pria yang menakhodai Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Bulukumba ini, niat baik membangun desa saja tidak cukup tanpa perhitungan matang. Ia menekankan bahwa perencanaan adalah fondasi yang sering kali diabaikan oleh para pelaku usaha pemula di wilayah pedesaan.
"Saya mengajak pengusaha muda memiliki perencanaan lebih matang dalam bidang bisnis desa. Jangan sampai mati di tengah jalan," tegas Islamuddin. Ia mengulangi kalimat tersebut dua kali, sebuah penekanan yang menunjukkan keresahannya terhadap tingginya angka kegagalan UMKM lokal akibat manajemen yang rapuh.
- Mengapa Madrid Mau Rekrut Mourinho Lagi?
- MU Hemat Rp 35 M Per Pekan, Jika Lepas 10 Pemain Ini
- Harusnya PSG Main Bertahan usai Unggul 5-2
- Melejit 166%, RLCO Raup Untung Rp3M di Kuartal I
- Sudah Punya Gyokeres, Arsenal Masih Pantau Osimhen