Senin, September 26, 2022

Puluhan mahasiswa geruduk kantor DPRD tapsel, lagi lagi soal PLTA

Date:

Populer hari ini

La Baco

Bagi Belanda, tidak semua anak keturunan ningrat bisa diajak bekerjasama. Terbukti banyak tokoh pemuda terpelajar yang bergelar Andi yang kemudian memimpin gerakan menentang Belanda.

Cerobohkah? Komunikasi Politik Megawati Soal Polemik Minyak Goreng

Foto : Kompas.com Jalurdua.com - Jakarta | Di tengah...

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan mahasiswa bawah tanah (gema bt) , melakukan demontrasi didepan kantor DPRD kabupaten tapanuli selatan, senin 1 agustus 2022.

Kordinator aksi Amrul Safii harahap menyampaikan, aksi demontrasi yang dilakukan hari ini menyuarakan beberapa tuntutan.

Pertama, meminta kepada bapak bupati , agar menindak tegas oknum oknum karyawan dan sekelas manager PLTA, yang telah meneguk minuman keras dengan unsur kesengajaan di wilayah kerja daerah tapanuli selatan, dimana perbuatan itu sudah melanggar fatwa MUI dan peraturan daerah, serta mencoreng nama baik kearifan lokal di bumi tapanuli selatan.

Kedua, meminta kepada bapak bupati cq dinas ketenaga kerja dan DPRD kabupaten tapanuli selatan, agar segera memanggil dan meninjau kembali keputusan pihak perusahaan PLTA terkait pemecatan PHK secara sepihak, tanpa melalui mekanisme yang sudah di tetapkan dan telah mengkankangi undang undang ketenaga kerjaan.

Ketiga, meminta kepada DPRD dan dinas lingkungan hidup, agar segera memanggil dan mencabut izin perusahaan PLTA, terkait adanya pengrusakan lingkungan hidup, dengan sengaja membuang tanah ke daerah aliran sungai, dimana kita ketahui indikasi banjir di muara batang toru itu terjadi karena pendangkalan daerah aliran sungai akibat tumpukan tanah dan kayu , ujar Amrul.

Setelah mendegar tuntutan dari massa gerakan mahasiswa bawah tanah, perwakilan DPRD dari beberapa komisi menyambut dan menyuruh massa demontrasi masuk keruangan untuk melakukan rapat dengar pendapat.

Ketua umum gerakan mahasiswa bawah tanah Mittun hadamean hasibuan menambahkan, aksi ini dilakukan di kantor DPRD kabupaten tapanuli selatan, karena mahasiswa percaya bahwa perwakilan rakyat mampu menampung aspirasinya .

Kami masih ingin mempercayai perwakilan kami di DPRD, untuk menyiarakan tuntutan kami hari ini, pungkas Mittun.

Setelah rapat dengar pendapat, aksi demontrasi gerakan mahasiswa bawah tanah (gema bt) bubar dengan damai dan kondusip.

Terbaru