Ribuan Hektar Sawah di Bulukumba Kering, Pemda Salurkan Mesin Air

  • Whatsapp
banner 300600

JALURDUA.COM, BULUKUMBA- Petani di Kabupaten Bulukumba dilanda keresahan, setelah musim kemarau 2019 ini membuat sawahnya minim pasukan air lalu mengering.

Dimusim tanam 2019/2020, warga bahkan mulai kesulitan mendapatkan aliran air, apalagi kondisi perairan dibeberapa titik tidak mampu mengalirkan air dengan baik.

Bacaan Lainnya

banner 300600

“Kami mulai kesulitan dengan air, bahkan kondisi sawah kami mulai mengering, padahal saat sekarang ini, sedang membutuhkan air. Karena padi sedang berkembang untuk mengeluarkan buah,” Ujar Asdar, Petani asal Ballasaraja, Jumat (9/8/2019).

Sebelumnya, Dinas Tanaman Pangan, Holtikuturan dan Perkebunan Kabupaten Bulukumba Ir. Harun mendata, sedikitnya 3000 hektare sawah milik warga Bulukumba terancam kekeringan. Bahkan sekitar 3 Hektar sudah dinyatakan Puso alias gagal panen.

“Lahan Sawah yang mengalami ancaman kekeringan ada sekitar 2000-3000 hektar. Tapi kita belum bisa memastikan, karena belum panen. Tapi kita optimis tetap naik dari target kita,” Ungkapnya.

Harun bahkan mengaku, 172.00 Hektare sawah warga Bulukumba mengalami kekeringan Berat, dengan lokasi terbanyak berada di kecamatan Kajang. Untuk kategori sedang 813,25 Hektare, dan Ringan 2,121.80 Hektare. Sedangkan kategori baik sebanyak 14, 944.73 Hektare.

“Untuk mengantisipasi hal ini kita sudah menurunkan 95 unit mesin pompa air, untuk pemulihan kondisi tanaman. Termasuk membentuk Tim pemantau fenomena iklim dalam bentuk brigade,” Jelasnya.

Menurut Harun, target serapan pangan di Kabupaten Bulukumba memang terus meningkat hingga 5 persen dari tahun ke tahun, namun dengan ancaman kekeringan yang melanda saat ini bisa saja berpengaruh pada target pangan 2019/2020, meski panen belum dilakukan. (wan)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.