back to top
Jumat, Maret 13, 2026

Roti, Sirkus, dan DPR: Mengulang Kesalahan Romawi Kuno

Di awal abad pertama Masehi, ketika Kekaisaran Romawi berada di puncak kejayaannya, seorang penyair dan filsuf bernama Juvenal menulis sindiran yang legendaris: panem et circenses — “roti dan sirkus.”

Kalimat itu bukan sekadar olok-olok. Ia adalah tamparan keras bagi para penguasa Romawi yang kala itu mulai meninggalkan tugas mulia mereka sebagai penjaga republik dan malah sibuk menenangkan rakyat dengan dua hal: roti (sedikit pangan gratis), dan sirkus (hiburan massal). Sementara rakyat dibius oleh pesta dan tontonan, para senator dan bangsawan hidup mewah, mengumpulkan kekayaan dari pajak rakyat dan penjarahan wilayah jajahan.

Juvenal melihat dengan jelas: rakyat tidak lagi dipandang sebagai subjek kekuasaan, melainkan objek yang cukup dijaga perutnya dan dialihkan perhatiannya. Rakyat tidak diminta berpikir, hanya diminta diam. Asal kenyang dan terhibur, penguasa bebas berbuat apa saja.


Cermin untuk Indonesia Hari Ini

Dua ribu tahun kemudian, kita seolah sedang menonton ulang babak yang sama — hanya panggungnya yang berganti. Bukan di Colosseum, tapi di Senayan. Bukan dengan gladiator dan singa, tapi dengan drama politik dan janji-janji pembangunan. Dan tentu saja, bukan hanya “roti dan sirkus”, tapi juga “bansos dan baliho”.

Rakyat hari ini diberi janji demi janji: pembangunan infrastruktur, bantuan sosial, subsidi. Tapi di balik layar, para wakil rakyat justru sibuk memperbesar tunjangan, mengamankan gaji fantastis hingga mendekati Rp 70–100 juta per bulan. Mereka berdalih “bukan gaji yang naik, hanya tunjangan”. Tapi bukankah itu tetap uang dari keringat rakyat?

Sementara rakyat harus membayar pajak, iuran Tapera, listrik yang naik, dan harga beras yang tak kunjung turun — para “senator modern” kita justru memperdebatkan hak-hak kenyamanan mereka sendiri. Sebagaimana di zaman Romawi, jurang antara rakyat dan elit semakin lebar.


Demokrasi atau Oligarki?

Plato pernah memperingatkan: demokrasi yang dibiarkan liar akan jatuh menjadi oligarki — kekuasaan segelintir orang kaya yang hanya mengurus kepentingan dirinya sendiri. Romawi pun mengalaminya: dari republik rakyat menjadi kekaisaran aristokrat.

Kini, kita pun harus bertanya jujur: apakah demokrasi kita benar-benar hidup untuk rakyat? Ataukah sudah berubah menjadi sirkus modern, di mana rakyat hanya penonton dan penguasa adalah aktor yang mengatur naskahnya sendiri?

Panem et circenses bukan hanya sejarah, ia adalah peringatan. Setiap kali penguasa lebih sibuk menjaga kenyamanan dirinya daripada mendengar jeritan rakyat, sejarah selalu menulis akhir yang sama: keruntuhan.


Penutup: Belajar dari Romawi, Bukan Mengulangnya

Romawi jatuh bukan karena miskin, tapi karena lupa diri. Mereka melupakan rakyat, menertawakan keadilan, dan menyembah kemewahan. Indonesia masih punya kesempatan untuk tidak mengulangnya — tapi hanya jika para wakil rakyat sadar bahwa mandat bukan untuk menambah tunjangan, melainkan untuk menunaikan amanah.

Rakyat tidak butuh roti dan sirkus. Rakyat butuh keadilan, integritas, dan keberpihakan nyata. Karena tanpa itu, demokrasi hanya akan menjadi panggung sandiwara yang menghibur segelintir, dan meninggalkan mayoritas dalam penderitaan.

- Advertisement -

Populer minggu ini

Jak technologia zmienia oblicze gier w granawin casino

Jak technologia zmienia oblicze gier w granawin casino Nowoczesne technologie...

Så här börjar du satsa säkert inom spelvärlden

Så här börjar du satsa säkert inom spelvärlden Förstå grunderna...

Jak zvýšit šance na výhru tipy a triky od mostbet

Jak zvýšit šance na výhru tipy a triky od...

Ramadhan Berkah: PLN UP3 Bulukumba dan YBM Bagikan Zakat untuk Masyarakat

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA – Semangat berbagi di bulan suci...

Trofeo Football Bulukumba Galang Donasi untuk Korban Kebakaran Terang-Terang

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Bulukumba tak hanya dikenal dengan...

Topics

Toekomstige trends in de casinowereld wat kunnen we verwachten

Toekomstige trends in de casinowereld wat kunnen we verwachten De...

Bewusstsein für Spielsucht So erkennen Sie die Anzeichen rechtzeitig

Bewusstsein für Spielsucht So erkennen Sie die Anzeichen rechtzeitig Was...

Kasus Jual Beli Rumah, Ketua Hanura Bulukumba Digugat ke Pengadilan

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA — Riak perkara perdata kembali bergulir...

Andi Utta Resmikan PJT RSUD Bulukumba, Layanan Jantung Kini Lebih Dekat

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Di tengah suasana Ramadan yang...

Online Gambling vs Offline Gambling: Which Should You Choose

Online Gambling vs Offline Gambling: Which Should You Choose ความสะดวกสบายของการพนันออนไลน์ การพนันออนไลน์มีความสะดวกสบายที่ไม่สามารถปฏิเสธได้...

Gambling tippek és trükkök, amelyeket érdemes tudni

Gambling tippek és trükkök, amelyeket érdemes tudni A megfelelő játék...

Maîtrisez le jeu guide avancé de mines casino pour les parieurs experts

Maîtrisez le jeu guide avancé de mines casino pour...

Los juegos de casino más populares ¿cuáles son y por qué atraen tanto

Los juegos de casino más populares ¿cuáles son y...

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img