Bersiap Reakreditasi, RSUD Bulukumba Benahi Komunikasi Nakes
RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba menggelar pelatihan komunikasi efektif bagi puluhan nakes demi menghadapi proses reakreditasi.
Jalurdua.com BULUKUMBA – Manajemen RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba mulai membenahi aspek komunikasi para tenaga kesehatan (nakes). Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk mendongkrak mutu pelayanan publik sekaligus memantapkan kesiapan rumah sakit menjelang proses reakreditasi dalam waktu dekat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui In House Training (IHT) Komunikasi Efektif yang digelar di Aula Lantai 3 RSUD Bulukumba, Kamis (2/7/2026). Pelatihan intensif ini melibatkan puluhan pegawai dan nakes dari berbagai unit pelayanan garda depan, mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), rawat inap, hingga bagian administrasi.
Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, dr. H. Rizal Ridwan Dappi, Sp.OG(K), M.Kes., menegaskan bahwa penilaian akreditasi tahun ini tidak boleh sekadar menjadi rutinitas di atas kertas. Menurutnya, pemahaman nakes terhadap standar komunikasi adalah fondasi keselamatan pasien.
"Reakreditasi bukan sekadar penilaian, tetapi momentum untuk memastikan seluruh pelayanan di rumah sakit berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan pasien. Kita mereview kembali praktik di lapangan agar semakin optimal," ujar dr. Rizal saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan, kesamaan standar dalam membangun komunikasi antara nakes, pasien, dan keluarga pasien menjadi indikator krusial yang akan diuji oleh tim penilai akreditasi.
Menekan Potensi Konflik di Rumah Sakit
Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bulukumba, H. Syamsir Paro, menyoroti pentingnya empati dalam pelayanan medis. Sebagai mitra kerja rumah sakit di sektor kesejahteraan rakyat, DPRD kerap menerima aduan terkait dinamika pelayanan di lapangan.
Menurut Syamsir, kompetensi medis yang tinggi dari seorang dokter atau perawat bisa terasa mati jika tidak dibarengi dengan cara penyampaian informasi yang baik kepada keluarga pasien yang sedang panik.
"Komunikasi adalah ujung tombak pelayanan. Langkah RSUD menggelar pelatihan ini sangat tepat, karena komunikasi yang efektif mampu mencegah miskomunikasi, mengurangi potensi konflik, serta menciptakan pengalaman positif bagi pasien," jelas Syamsir.
Pihak manajemen RSUD Bulukumba menargetkan hasil dari pelatihan ini dapat langsung diterapkan dalam standardisasi prosedur operasional (SOP) harian, sehingga rumah sakit siap mempertahankan ataupun meningkatkan strata akreditasinya pada visitasi mendatang.**