BerandaHeadlineRumah Jabatan Bupati Masamba Masih Terendam Lumpur

Rumah Jabatan Bupati Masamba Masih Terendam Lumpur

JalurDua.Com, Bulukumba – Sepenggal cerita perjalanan kontributor JalurDua.Com, Nurfathana S., Jumat kemarin berlanjut. Simak tutur teksnya berikut ini yang ditulis Fathana dalam perjalanan pulang bersama rombongan relawan warga Desa Bontoharu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Relawan Bontoharu pulang diguyur hujan. Setelah menyisir beberapa desa. Dua pekan berlalu bencana yang menimpa Masamba, sungguh kondisinya masih sangat memerlukan perhatian. Rasanya kami tidak ingin pulang secepat ini.

Fasilitas umum, bahkan Rumah Jabatan Bupati Masamba masih terendam lumpur. Tanahnya mulai mengeras. Bandara pun sementara masih dalam tahap pemulihan. Di berbagai penjuru endapan lumpur terlihat menutupi rumah-rumah warga hingga ke atap. Tak terkira jumlahnya.

Para warga yang masih sempat menyelamatkan diri harus berkumpul di tempat pengungsian yang wilayahnya lebih tinggi. Relawan dari segala penjuru terus berdatangan.

Banyaknya relawan peduli Masamba yang juga terus mengalir, tentu adalah sebuah kesyukuran besar. Namun logistik yang banyak itu menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya penumpukan logistik di satu titik. Rombongan relawan dari Desa Bontoharu berinisiatif melakukan survei terlebih dahulu. Tujuannya agar penyaluran dapat disalurkan secara efektif.

Pada hari Sabtu (25/7/2020) relawan Bontoharu terbagi menjadi beberapa tim. Didampingi oleh Baharuddin, S.Pd., Kepala Desa Bontoharu dan salah seorang kaur, Nila Lestari, S.Pdi. Tim-tim relawan dipelopori beberapa pemuda di antaranya yang akrab disapa Iin, Jabal, Akbar, Harlina dan beberapa kawan-kawannya.

Setelah melihat hasil survey, Nila menggandeng rekannya menuju pengungsian Desa Radda dan Meli. Tim yang lainnya menyisir Desa Kapidi dan Desa Masamba. Sedangkan Bapak kepala Desa mengunjungi beberapa korban yang mengungsi di rumah warga.

Alhamdulillah, penyaluran pun selesai. Rombongan relawan Bontoharu bergegas pulang. Sore itu hujan deras mengguyur Masamba. Sabtu sore itu kami kembali menapaki jalan licin dan berlumpur. Letih, itu sudah pasti. Namun kami punya banyak ingatan dan cerita yang tertinggal di Masamba. Senyum mereka di balik duka, dan semuanya. Semoga mereka bisa segera pulih dan bangkit.(*)

Alfian Nawawihttp://jalurdua.com/
Kolumnis dan Editor JalurDua.Com
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here