Salurkan BLT Lanjutan Desa Anrang Wabup Tomy : Janganki Kufur Nikmat

  • Whatsapp
banner 300600

JalurDua.Com,Bulukumba,- Pemerintah Desa Anrang Kecamatan Rilau kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam rangka penanganan dampak wabah Covid-19. Penyaluran BLT ini merupakan lanjutan dari program BLT sebelumnya sebesar Rp600 ribu perbulan selama 3 bulan.

Karena wabah Covid-19 masih berlangsung, program BLT kembali dilanjutkan untuk 3 bulan berikutnya. Namun jumlah BLT lanjutan yang disalurkan pemerintah desa kepada masyarakat hanya Rp300 ribu per bulan.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Sekretaris Desa Anrang, Syakir menyebutkan jumlah penerima BLT lanjutan sama dengan jumlah penerima BLT tahap pertama sebanyak 157 orang. Namun dari 157 orang tersebut ada sekitar 3 persen penerimanya terganti.

“Setelah kita verifikasi kembali, ada sekitar 3 persen dari jumlah tersebut kita ganti oleh karena sudah dinilai tidak layak mendapat BLT,” ungkap Syakir di aula Kantor Desa Anrang , Senin 21 September 2020.

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto yang menyerahkan BLT secara simbolis menyampaikan bahwa penyaluran BLT secara berkelanjutan adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap dampak Covid-19, yang sampai saat ini wabahnya belum selesai. Jika sebelumnya hanya target sampai tiga bulan, namun pemerintah kembali melanjutkan untuk tiga bulan berikutnya. Sehingga perlu disadari, bantuan BLT ini adalah salah satu cara yang memperlihatkan bahwa pemerintah hadir dan bekerja ketika masyarakat membutuhkan.

“Jadi pemerintah tidak tinggal diam atas apa yang terjadi saat ini, khususnya dalam menangani wabah Korona,” ungkap Tomy.

Ia berharap bantuan yang diterima masyarakat dapat dibelanjakan untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus sebagai upaya menjaga perputaran uang di masyarakat sehingga roda ekonomi tetap terjaga.

Setelah menerima BLT ini, Tomy berharap tidak ada warga penerima BLT yang kufur nikmat. Maksudnya jangan sampai sudah menerima bantuan BLT atau program bantuan lainnya lalu kemudian mempertanyakan apa yang telah dilakukan pemerintah selama ini. Padahal bantuan uang tersebut dibelanjakan untuk kebutuhan hidupnya.

“Sejatinya anggaran BLT ini sebelumnya diperuntukkan untuk pembangunan desa, namun karena adanya Covid-19 maka dialihkan membantu kehidupan warga yang terdampak. Memang tidak ada apa-apa yang terlihat, karena anggaran tersebut masuk di dapurta semua,” kata Tomy di hadapan warga Anrang.(*)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.