Soal Polisi Pakai Sepatu di Masjid, MDM Bulukumba : Itu Tidak Beretika

  • Whatsapp
Ikhwan Bahar (Tengah), Ketua MDM Bulukumba
banner 300600

JALURDUA.COM, BULUKUMBA- Majelis Dai Muda (MDM) Kabupaten Bulukumba, Sulsel mengecam aksi oknum polisi yang menggunakan sepatu ke dalam masjid saat mengejar mahasiswa yang demo di kantor DPRD Sulsel, Selasa (24/9/2019) kemarin.

Hal tersebut dianggap tidak beretika karena setiap masjid atau tempat ibadah punya batas suci yang harusnya dijaga dan dihormati.

Bacaan Lainnya

banner 300600

“Siapapun yang melanggar harus di beri sanksi, lebih dari sekedar permintaan maaf,” Ujar Nur Maulana, pengurus harian MDM, Rabu (25/9/2019).

Ikhwan Bahar, Ketua MDM Bulukumba mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Yaitu, apakah hanya aparat yang tak melepas alas kaki atau mahasiswa yang dikejar juga melakukan hal yang sama.

Olehnya, kasus ini menurutnya masih memerlukan klasifikasi dan pencermatan, karena jika keduanya melakukan pelanggaran maka juga harus meminta maaf.

    Selain permintaan maaf melalui media, Kapolda Sulsel Irjen Pol Guntur Laupe
    dan Kapolrestabes Makassar sebagai pucuk pimpinan juga mendatangu para tokoh agama dan lembaga agama seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), untuk mengklarifikasi kesalahan tersebut agar tidak timbul riak yang lebih besar, serta anggota yang melakukan kesalahan juga harus diberi sanksi dan di ekspose ke publik.

    “Oleh karna itu, mari kita jadikan kejadian ini, sebagai pelajaran buat kita semua, untuk belajar dan menerapkan nilai etika dan dalam semua tindak tanduk kita, apalagi ini bukan kejadian pertama, karna sudah pernah tejadi di beberapa daerah, bahwa apapun situasi dan kondisinya, sebagai orang beragama, maka mari kita jaga kesucian tempat ibadah, kalau bukan kita yang menghormati, maka, siapa lagi?’,” Imbuhnya. (Uno)

    Pos terkait

    banner 300600

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.