News and Education Versi penuh
Daerah

SPPG Loka Beroperasi, Solusi Gizi dan Lapangan Kerja

SPPG Ujung Bulu resmi beroperasi di Bulukumba, serap 47 tenaga kerja lokal dan layani ribuan warga melalui program pemenuhan gizi berbasis komunitas.

Oleh Uno 04 May 2026 21:57 3 menit baca

BULUKUMBA - Suasana di Jalan Nenas, Kelurahan Loka, mendadak riuh pada Senin, 4 Mei 2026. Aroma masakan menyeruak di antara deru mesin kendaraan, menandai babak baru bagi kesehatan masyarakat di Kecamatan Ujung Bulu. 


Hari itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujung Bulu Loka #002 resmi beroperasi di bawah naungan Yayasan Gizitama Sehati Harmonis.

Peresmian ini bukan sekadar seremoni potong pita. Di balik bangunan yang kini berdiri tegak di Kabupaten Bulukumba tersebut, ada napas ekonomi yang mulai berdenyut kencang bagi puluhan keluarga lokal.

Pemberdayaan Ekonomi di Balik Piring Bergizi

Yayasan Gizitama Sehati Harmonis tidak hanya datang membawa program pangan, tetapi juga solusi lapangan kerja. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 47 warga lokal telah direkrut untuk mengelola operasional SPPG. Dampaknya pun masif; sekitar 2.000 jiwa di wilayah sekitar diproyeksikan menjadi penerima manfaat langsung dari layanan pemenuhan gizi ini.

Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, yang hadir meninjau langsung fasilitas tersebut, memberikan apresiasi tinggi kepada Syahwan Maarif selaku inisiator yayasan.

Menurutnya, keberadaan unit pelayanan ini adalah wujud nyata kolaborasi sektor swasta dalam membantu tugas pemerintah daerah.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Syahwan yang telah membuka lapangan kerja bagi warga lokal. Saya berpesan agar pengusaha seperti beliau terus konsisten berbagi sedekah dan menyalurkan kepedulian bagi warga kurang mampu di sekitar wilayah operasional," ujar Andi Edy Manaf dalam sambutannya yang penuh hangat.

Rantai Pasok Lokal: Dari Petani untuk Dapur MBG

Satu hal yang menarik dari operasional SPPG Ujung Bulu Loka #002 adalah komitmennya pada kemandirian pangan lokal. Syahwan Maarif menegaskan bahwa dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tidak akan berdiri sendiri. Mereka melibatkan ekosistem ekonomi mikro yang sudah ada di Bumi Panrita Lopi.


“Kami memercayakan berbagai elemen, mulai dari petani lokal hingga pelaku UMKM di Kabupaten Bulukumba, untuk menopang keberlangsungan dapur ini. Bahan baku kami ambil dari tanah sendiri,” ungkap Syahwan dengan nada optimistis.


Strategi ini menciptakan efek domino. Petani sayur, peternak telur, hingga pedagang pasar lokal mendapatkan kepastian pasar, sementara masyarakat mendapatkan asupan gizi berkualitas yang segar dari hasil bumi terdekat. Syahwan juga menyambut baik arahan Wakil Bupati untuk menjaga keberlangsungan santunan sosial bagi warga prasejahtera.

Membangun Masa Depan Bulukumba Tanpa Stunting

Langkah yang diambil Yayasan Gizitama Sehati Harmonis ini menjadi oase di tengah upaya nasional menekan angka stunting. Sinergi antara penyerapan tenaga kerja dan distribusi nutrisi adalah model ideal pembangunan manusia yang menyentuh akar rumput.


Bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis yang mampu berbagi. Dengan resminya SPPG Ujung Bulu Loka #002, harapan kini tertuju pada konsistensi pelayanan. Ke depan, program ini diharapkan menjadi prototipe bagi wilayah lain di Sulawesi Selatan dalam memadukan program gizi dengan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Bagi warga Loka, Senin ini bukan sekadar hari kerja biasa. Ini adalah awal dari komitmen panjang untuk memastikan tidak ada lagi anak yang kekurangan gizi, sekaligus memastikan dapur warga lokal tetap mengepul berkat lapangan kerja yang tersedia.***

Topik terkait
SPPG Ujung Bulu Pemenuhan Gizi Bulukumba SPPG Program Makan Bergizi Gratis