News and Education Versi penuh
Daerah

Target PAD Bulukumba Optimal, Bupati Gerakkan Peran Perempuan

Bupati Andi Utta gerakkan kader PKK untuk mendongkrak produktivitas ekonomi warga lokal demi mengejar target PAD Bulukumba yang mandiri dan berkelanjutan.

Oleh Uno 08 Jun 2026 19:44 4 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA — Suasana Aula Kahayya di Gedung Pinisi mendadak riuh oleh tepuk tangan ratusan kader perempuan pada Senin, 8 Juni 2026. Hari itu, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf memilih tidak sekadar memberikan sambutan normatif, melainkan melayangkan sebuah tantangan besar. Di hadapan pengurus baru, ia menegaskan bahwa capaian target PAD Bulukumba ke depan ikut berada di pundak gerakan perempuan melalui pemanfaatan potensi ekonomi lokal yang produktif.

Pria yang akrab disapa Andi Utta ini secara lugas meminta jajaran Tim Penggerak PKK untuk turun langsung ke masyarakat. Baginya, urusan domestik keluarga harus bertransformasi menjadi motor penggerak kesejahteraan makro daerah. Ia tidak ingin organisasi ini hanya terjebak dalam rutinitas seremonial tanpa melahirkan dampak nyata bagi kantong ekonomi warga di akar rumput.

Mengikis Pola Pikir Malas, Memaksimalkan Potensi Lokal


Aroma perubahan ditekankan sejak awal podium. Bupati Andi Utta menyoroti pentingnya perubahan radikal pada pola pikir masyarakat yang selama ini dinilai kurang produktif. "Saya harap kita semua mengerjakan potensi yang ada. PKK harus banyak-banyak mengedukasi masyarakat. Tentu akan berdampak pada kemajuan ekonomi," ujarnya dengan nada penuh penekanan.

Menurutnya, lesunya perekonomian daerah sering kali berakar dari kebiasaan menunda peluang. Struktur ekonomi yang kuat tidak akan pernah berdiri di atas masyarakat yang pasif. Ketika produktivitas warga meningkat secara kolektif, hal tersebut secara otomatis akan menjadi stimulus bagi realisasi target PAD Bulukumba.

Pemerintah daerah sendiri, lanjut Andi Utta, telah berupaya menstimulasi kemandirian warga melalui berbagai program konkret, salah satunya lewat pembagian bibit tanaman secara gratis. Kebijakan intervensi ini dilakukan agar masyarakat memiliki modal awal untuk berproduksi. "Bagaimana mau gerak kalau ekonominya buruk? Saya sudah berupaya maksimal edukasi masyarakat dengan membagikan bibit gratis. Ekonomi masyarakat baik, maka semua akan jadi baik," tambahnya.

Menghargai Waktu dan Menghentikan Polarisasi Sosial


Di tengah dinamika sosial yang kerap menyita energi, Andi Utta juga memberikan catatan kritis mengenai etos kerja. Ia meminta kader PKK menjadi teladan bagi lingkungan sekitar untuk menyudahi kebiasaan membicarakan keburukan orang lain atau saling mengejek, terutama di ruang publik dan media sosial. Waktu yang ada harus dikonversi penuh menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi.

"Tak usah ceritakan kejelekan orang lain. Jangan ngejekin orang. PKK harus paham tanggung jawabnya apa. Saya tekankan jangan buang waktu. Waktu jangan berlalu tanpa ada karya," tegas Bupati. Peringatan keras ini menjadi sinyal bahwa kepemimpinannya mengutamakan hasil kerja nyata yang linier dengan visi pemulihan dan penguatan fiskal daerah demi mengejar target PAD Bulukumba.

Sinergi pembangunan ini tidak bisa berjalan timpang. Andi Utta mengingatkan bahwa tanpa kolaborasi terpadu dari seluruh elemen, mustahil membangun daerah dengan optimal. Semua instansi, organisasi, hingga perangkat kecamatan harus melebur ke dalam satu visi, satu misi, dan satu tujuan yang sama.

Transformasi Posyandu Era Baru Sebagai Katalisator


Gayung bersambut, Ketua TP PKK Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Herfida Muchtar, menyatakan kesiapan institusinya untuk mengintegrasikan program keluarga sehat dan sejahtera dengan arah kebijakan pemda. Salah satu strategi mutakhir yang tengah didorong adalah mengoptimalkan peran kader perempuan dalam pengelolaan Posyandu Era Baru.

Transformasi ini mengubah wajah Posyandu tradisional yang awalnya hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, kini meluas menjadi pusat layanan publik terpadu di tingkat desa dan kelurahan. Di dalam ekosistem baru ini, aspek Pendidikan, Trantibun Linmas, hingga layanan sosial diintegrasikan secara berjenjang demi menciptakan ketahanan keluarga yang unggul dan berdaya saing.

Momentum pelantikan tiga Ketua TP PKK Kecamatan—yakni Hj. Megawati, SKM, M.Kes (Ujung Bulu), Hj. Asmawati, SE (Bontotiro), dan Heryanti, SH (Kindang)—menjadi babak baru bagi penguatan ekonomi linier tersebut. Kehadiran para Asisten Bupati, Staf Ahli, Kepala Dinas, hingga para Camat di Gedung Pinisi hari itu menandakan dukungan birokrasi yang solid bagi pergerakan PKK.

Menatap Kemandirian Fiskal Bulukumba


Langkah taktis Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang menempatkan PKK sebagai mitra strategis edukasi ekonomi adalah sebuah terobosan penting. Menghubungkan peran domestik perempuan dengan indikator makro seperti Pendapatan Asli Daerah memperlihatkan model desentralisasi yang inklusif.

Tantangan ke depan adalah bagaimana tiga kecamatan yang baru dilantik ini mengonversi pembagian bibit gratis menjadi komoditas bernilai jual tinggi. Jika rantai produksi di tingkat kelurahan dan desa berjalan konsisten, target PAD Bulukumba bukan lagi sekadar angka di atas kertas APBD, melainkan fondasi nyata bagi kemandirian fiskal daerah yang berkelanjutan. Baik buruknya kesejahteraan Bulukumba esok hari, memang ditentukan oleh ketegasan aksi produktif yang dimulai hari ini.***

Topik terkait
Target PAD Bulukumba Ekonomi Bulukumba Posyandu Era Baru