BerandaKesehatanTim Riset Unpad: Hasil Uji Klinis SinoVac Lebih Aman dari Vaksin Difteri

Tim Riset Unpad: Hasil Uji Klinis SinoVac Lebih Aman dari Vaksin Difteri

JalurDua.Com, Jakarta: Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 menilai, salah satu poin dari hasil uji klinis SinoVac menunjukan bahwa vaksin ini terbukti lebih aman daripada vaksin difteri maupun tetanus, sehingga publik tidak perlu meragukan untuk menerima vaksin seperti yang lazim dilakukan pada kegiatan imunisasi lain.

“Saya melakukan uji klinis vaksin bukan yang pertama kali. Saya melakukan uji klinis sudah di atas 30 kali. Dan, ini termasuk uji klinis yang aman selama ini bandingkan dengan waktu saya melakukan uji klinis vaksin tetanus dan difteri,” kata Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjajaran, Kusnandi Rusmil dalam dikusi virtual di kanal YouTube FMB9 bertajuk “Menjawab Keraguan Soal Vaksin” seperti dikutip di Jakarta, Senin (23/11).

Dia menyebutkan, uji klinis SinoVac di Bandung sudah memasuki tahap ketiga atau fase akhir dari pengujian pada manusia yang dilakukan secara multi-center di Brasil, Turki dan Amerika Latin. “Kalau vaksin ini sudah lulus fase ketiga, maka itu sudah bisa digunakan dan diperjualbelikan,” ujar Kusnandi.

Kusnandi kembali mengingatkan bahwa uji klinis fase pertama dan kedua sudah dilakukan di Wuhan, China yang sebelumnya telah dilakukan pengujian kepada tumbuhan, tikus dan monyet. “Vaksin ini satu-satunya harapan kita supaya bisa membentengi diri, agar kejadian kasus Covid-19 ini bisa berkurang,” ucapnya.

Jadi, jelas Kusnandi, masyarakat tidak perlu takut untuk melakukan imunisasi dengan vaksin korona, terlebih lagi berbagai kegiatan imunisasi sudah dilakukan sejak lama, baik di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). “Itu efeknya biasa-biasa saja. Vaksin ini sama saja dengan imunisasi untuk bayi dan anak-anak itu,” imbuhnya.

Sejauh ini, menurut Kusnandi, pada proses uji klinis fase ketiga menunjukkan hasil yang baik. “Kami telah melakukan kepada 1.620 orang yang disuntikkan pertama dan kemudian penyuntikkan kedua kepada 1.650 orang. Sampai sekarang tidak ada yang mengkhawatirkan,” tegas Kusnandi. (Budi)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here