Tomy Satria: Millenial Itu Kreatif dan Inovatif, Bukan Mencaci

  • Whatsapp
banner 300600

Bulukumba, JalurDua.Com – Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto berbagi tips soal peranan generasi muda di era millenial dan 4.0 dalam membangun semangat literasi. Hal ini disampaikan Tomy Satria saat menjawab wawancara Zulfatul Hijra melalui live instagram, Selasa malam (7/7/2020).

Live instagram Tomy Satria Yulianto bersama Zulfatul Hijra. (Dok: Ist.)

Tomy Satria Yulianto berpandangan, generasi emas di Bumi Panritalopi, julukan Bulukumba, harus berada pada koridor yang baik dalam pemanfaatan teknologi. Millenial harus mampu menskrining informasi yang tersaji di genggamannya, mana hal yang baik mana yang tidak. Mana informasi yang menyesatkan begitupun informasi yang mampu menambah wawasan keilmuan. Semestinya, kata dia, milenial mulai bergeser untuk mengembangkan wacana dan gagasan yang sifatnya inspiratif.

Bacaan Lainnya

banner 300600

“Saya ingin mengajak anak muda Bulukumba agar pendekatan wacananya adalah apresiatif. Apa itu? Bulukumba itu memiliki banyak hal baik, meski masih ada yang lainnya harus dikembangkan. Nah, sekarang, apakah wacana yang ingin kita dorong adalah wacana memaki, mencaci? Padahal yang dibutuhkan adalah solusi dari segala kegelisahan kita.” Ujar Tomy Satria saat live bersama Zulfatul Hijra, (@Ukhtyzilfa27) di Instagram.

Lebih jauh pada diskusi dengan topik Peranan Generasi Millenial Dalam Membangun Literasi Sebagai Ladang Amal Jariyah tersebut, Tomy mengajak para milenial dapat membangun dialog yang inspiratif, dan solutif dibanding harus mengonsumsi informasi hoaks yang tak mampu dipertanggungjawabkan. Kedepan kata Wabup berkacamata itu, Pusat Inovasi Pemuda diharap mampu membangun dialog inspiratif. Kaum pemuda juga mampu memanfaatkan teknologi 4.0 dengan baik.(*)

Editor: Alfian Nawawi

Salah satu kreasi milenial Bulukumba di bidang literasi. (Dok: Ist.)
Gema Pandemi, Gerakan Mengajar Pemuda Mengabdi di Bulukumba. (Dok: Its.)
Sebuah pojok baca di Dusun Bentenge, Rilau Ale, Teras Baca Fathana 137. (Dok: Ist.)
Produksi Virgin Coconut Oil oleh perempuan Desa Salassae. (Dok:Ist.)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.