Tampil Dominan di Final, "King Askar" Bawa Handayani Prancis Sabet Gelar Juara
Tim Handayani Prancis menjuarai Turnamen Internal Handayani Fivepeo 2026 di Bulukumba usai menumbangkan lawan pada laga final di Lapangan Youare Sport.
Jalurdua.com BULUKUMBA —Tim Handayani Prancis meraih gelar juara dalam Turnamen Internal Handayani Fivepeo 2026 antar-guru se-Kecamatan Gantarang setelah memenangi laga pamungkas di Lapangan Youare Sport, Bulukumba, Senin (27/7/2026) malam. Pertandingan yang melibatkan para tenaga pendidik tersebut dimulai pada pukul 20.00 WITA dan menandai berakhirnya kompetisi sepak bola lima lawan lima jajaran persatuan guru se-Gantarang tersebut.
Format five-a-side atau fivepeo merupakan variasi permainan sepak bola lapangan kecil yang secara teknis menuntut mobilitas fisik tinggi serta operan pendek cepat. Di tingkat regional Sulawesi Selatan, kompetisi olahraga antar-pendidik semacam ini umum dimanfaatkan oleh cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai instrumen penjagaan kebugaran fisik sekaligus pereda ketegangan kerja di luar jam mengajar formal.
Peran Kunci Askar dan Gelar Pemain Terbaik
Kemenangan Handayani Prancis pada partai final ditentukan oleh performa lini tengah yang dipimpin oleh Askar. Sepanjang putaran turnamen, Askar bertindak sebagai motor serangan utama yang mengatur tempo permainan tim.
Atas kontribusi teknis selama kompetisi berlangsung, panitia menganugerahkan gelar Best Player atau Pemain Terbaik kepada Askar. Penampilan konsisten sang pemain turut memicu lahirnya julukan "King Askar" dari sesama rekan pendidik.
Fungsi Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi
Ajang tahunan ini diinisiasi oleh Handayani FC, klub sepak bola internal di bawah naungan PGRI Kecamatan Gantarang. Penyelenggaraan edisi 2026 dirancang khusus untuk memulihkan keakraban antar-guru pasca-perbedaan dukungan selama euforia Piala Dunia 2026.
Ketua Panitia Pelaksana, Israwan, menyatakan bahwa kompetisi ini difungsikan sebagai sarana rekonsiliasi kebersamaan para pendidik di tingkat kecamatan.
"Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan kembali perbedaan dan ketegangan dukung-mendukung yang sempat terjadi selama euforia Piala Dunia 2026 lalu," kata Israwan.
Israwan menambahkan, turnamen sepak bola five-a-side ini bukan sekadar agenda insidental. Organisasi telah menetapkan kompetisi serupa sebagai program rutin setiap tiga bulan sekali demi menjaga soliditas internal serta kondisi fisik para guru di Kecamatan Gantarang secara berkelanjutan.**