Usai Dikunjungi Tomy Satria, Warga Na’na Kindang Setuju Kebunnya Dilintasi Pipa PDAM

  • Whatsapp
Tomy Satria saat berkunjung di hulu sungai Na'na 29 September 2019 lalu. (Dok : Istimewa)
banner 300600

JALURDUA.COM, BULUKUMBA- Penolakan warga Na’na Kelurahan Borong Rappoa Kecamatan Kindang terhadap proyek pengembangan Sistem Pengelolaan Air Minum (PDAM) Bulukumba, telah mendapatkan titik temu.

Solusi penyelesaiannya dilakukan setelah mediasi langsung antar masyarakat dan PDAM Bulukumba yang dihadiri oleh Direktur PDAM, H.M. Nur. Proses mediasi ini juga diikuti oleh Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, Minggu 8 Desember di salah satu Cafe di Bulukumba.

Bacaan Lainnya

banner 300600

Tomy Satria Yulianto, juga sebelum mengumpulkan warga Na’na di salah satu Cafe, Minggu (8/12/2019) kemarin, beberapa waktu lalu ia pernah mengunjungi bagian hulu sungai yang dianggap menjadi pertentangan. Tomy berdiskusi dengan warga di daerah itu. Anggota DPRD Bulukumba, Andi Soraya Widyasari ikut mendampingi, pada 29 September 2019.

Tomy Satria Mediasi Warga Na’na dengan PDAM Bulukumba.

Saat itu, kata Tomy Satria, tidak ada penutupan sumber air perusahaan PDAM Bulukumba, seperti yang diisukan beberapa waktu belakangan. Hanya saja, warga di Na’na memprioritaskan sumber air tersebut untuk turbin Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), yang menjadi sumber penerangan masyarakat Na’na.

“Saya sudah bertemu langsung dengan masyarakat na’na.Mereka itu tidak menutup sumber air PDAM. Yang terjadi adalah debit air memang sangat kecil selama musim kemarau ini,” Ujar Wabup berkacamata itu.

Dari hasil diskusi dengan warga Na’na, yang ditolak masyarakat saat itu adalah desain proyek yang akan dikerjakan pihak PDAM yang dimana akan berpotensi mengganggu pembangkit listrik mereka, bukan sumber air PDAM.

Namun kini permasalah tersebut telah menemukan kesepakatan. Salah satunya,  adanya permintaan kompensasi dan adapula yang minta dijadikan karyawan PDAM. Pemkab Bulukumba, menyetujui hal tersebut. Persetujuan inilah  yang ditandatangani sebagai bentuk kesepakatannya.

Sekedar diketahui, awalnya, sebanyak 11 orang warga Na’na menolak atau keberatan kebunnya dilewati perpipaan yang menghubungkan antara sumber air dari sungai Sappayya Na’na dengan saluran perpipaan PDAM.

Perpipaan yang akan dibangun tersebut memiliki panjang sekitar 300 meter dengan diameter pipa sebesar 8 inchi. Karena sempat ditolak, proyek ini tidak bisa dikerjakan, Pemda berupaya melakukan mediasi agar pekerjaan perpipaan ini bisa dilanjutkan.

Selain faktor tidak mau dilewati kebunnya, warga Na’na sebenarnya keberatan karena merasa pemerintah tidak memberikan perhatian terhadap infrastruktur di wilayah tersebut, khususnya pembangunan jalan.

Namun setelah diberikan pemahaman dan penjelasan bahwa pekerjaan jalan ke Na’na sudah dianggarkan pada tahun 2020 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan panjang 3,5 kilometer maka warga pun menyetujui dan mengizinkan kelanjutan proyek perpipaan air tersebut.

Dalam perjanjian yang ditandatangani perwakilan warga H Amiruddin, kesebelas warga tersebut bersedia kebunnya dilewati perpipaan 8 inchi. (Uno)

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.