News and Education Versi penuh
Edukasi

Usia 45 Tahun, Lisa Bawa Kabar Baik untuk Konservasi Gajah Sumatera

Oleh Redaksi 29 Sep 2026 20:11 3 menit baca

Jalurdua.com Klikhijau.com – Usia Lisa telah menginjak angka 45 tahun. Bagi manusia, khususnya perempuan di usia kepala empat seperti itu, harapan untuk memiliki anak akan menipis.

Namun, bagi seekor gajah seperti Lisa, usianya tak masalah. Buktinya ia memberi kabar baru bagi dunia konservasi Indonesia. Lisa telah berhasil melahirkan anak berjenis kelamin jantan. Kondisinya sehat bugar.

Kelahiran itu menunjukkan bahwa  upaya konservasi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) membuahkan hasil. Lisa melahirkan anaknya di Provinsi Riau. Tepatnya di Camp Elephant Flying Squad (EFS), SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Senin (28/9).

Melahirkan bukanlah hal baru bagi Lisa, itu  merupakan anaknya yang keenam. Iya, Lisa telah melahirkan sebanyak enam kali.

Kelahiran tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendukung keberlangsungan populasi gajah sumatera. 

Anak gajah tersebut lahir dari hasil perkawinan (breeding) Lisa dengan gajah liar, yang menunjukkan adanya interaksi reproduktif antara gajah binaan dan populasi gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.

Proses pemantauan intensif terhadap Lisa telah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari mahout (pawang gajah), dokter hewan, dan perawat satwa sejak Minggu (27/9). 

Pemantauan dilakukan setelah tim menemukan sejumlah tanda klinis menjelang persalinan, antara lain pengerasan pada bagian mammae atau kelenjar susu serta peningkatan kegelisahan dibandingkan kondisi hariannya.

Pada Senin pagi (28/9), pergerakan Lisa mulai melambat. Pemantauan ketat terus dilakukan hingga sore hari saat indikasi persalinan semakin mendekati fase akhir.

Proses kelahiran berlangsung pada pukul 19.00 WIB. Lisa berhasil melahirkan seekor anak gajah jantan secara mandiri dan dalam kondisi selamat di area Camp EFS TNTN. 

Sekitar 20 menit pasca-kelahiran, tepatnya pukul 19.20 WIB, bayi gajah tersebut sudah menunjukkan refleks serta kekuatan fisik yang baik dengan mampu berdiri tegak dan menopang tubuhnya secara mandiri.

Rincian data fisik

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan pengukuran morfometri oleh tim medis, bayi gajah jantan ini dinyatakan dalam kondisi sehat dengan rincian data fisik sebagai berikut:

· Tinggi Badan: 96 cm
· Panjang Badan: 101 cm
· Lingkar Dada: 125 cm
· Suhu Tubuh: 36 °C
· Berat Badan: ± 129 kg

Saat ini, tim medis satwa dan para mahout terus melakukan pengawasan melekat 24 jam untuk memantau asupan nutrisi awal (asupan ASI) serta memastikan kondisi fisik induk dan bayi gajah tetap stabil dan aman.

Pihak Balai Taman Nasional Tesso Nilo menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim lapangan, mahout, dan tenaga medis yang terus bersiaga mengawal proses kelahiran ini hingga berjalan lancar.

Kelahiran ini diharapkan menjadi momentum positif dalam memperkuat upaya konservasi gajah sumatera sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga habitat dan keberlangsungan populasi gajah sumatera di alam.