BerandaKesehatanVaksinolog Pastikan Keamanan dan Efektivitas Vaksin dari Pemerintah

Vaksinolog Pastikan Keamanan dan Efektivitas Vaksin dari Pemerintah

JalurDua.Com, Jakarta – Sejauh ini pemerintah telah melakukan sejumlah persiapan untuk program vaksinasi nasional, seperti meninjau langsung fasilitas produksi vaksin di Tiongkok, melakukan uji klinik Fase III di Bandung terhadap 1.620 relawan hingga menyiapkan sistem satu data terintegrasi.

Menurut vaksinolog, dr Dirga Sakti Rambe, Kementerian Kesehatan berperan menyiapkan sumber daya manusia (SDM), seperti dokter umum, dokter spesialis, perawat, bidan dan vaksinator untuk mempersiapkan pelaksanaan program vaksinasi.

“Yang pertama, perlu diketahui adalah, vaksin itu produk biologis yang sangat rentan pada perubahan suhu. Oleh karena itu, umumnya perlu disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius dan suhu ini harus dijaga dari pabrik sampai ke puskesmas. Ini yang disebut cold chain (rantai dingin),” kata Dirga dalam diskusi bertajuk “Setelah Vaksin Datang, Apa yang Perlu Disiapkan?” yang digelar Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), seperti dikutip di Jakarta, Minggu (20/12).

Kedua, lanjut Dirga, Indonesia mempunyai BUMN farmasi, PT Bio Farma (Persero) yang sudah memproduksi vaksin untuk diekspor ke lebih dari 106 negara dan sudah diakui organisasi kesehatan dunia (WHO). “Tugas kita bersama untuk menjaga cold chain,” ucap Dirga.

Dia mengimbau masyarakat agar mengetahui informasi yang benar terkait vaksin, sehingga bisa mengurangi keresahan dan keraguan akibat menerima informasi hoaks terkait vaksin. “Karena sekarang banyak sekali informasi yang tidak benar. Vaksin apa pun yang sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sudah dipastikan efektivitas dan keamanannya,” tegas Dirga.

Menurut dia, Indonesia bukan hanya sekali atau dua kali melaksanakan program vaksinasi yang dikenal juga dengan program imunisasi rutin. Proses distribusi vaksin di Indonesia dari Aceh sampai Papua sudah menggunakan sistem cold chain yang baik. “Kelengkapannya sudah standar, misalkan cold box yang sudah tersedia di Indonesia,” imbuhnya.

Adapun masyarakat yang akan menerima vaksinasi adalah orang dalam kondisi sehat. Vaksin Covid-19 diberikan kepada orang dewasa dengan rentang usia 18-59 tahun. “Nanti dokter atau tenaga kesehatan yang menjadi petugas pasti akan melakukan pemeriksaan sebelum diberikan vaksin. Yang penting pada hari tersebut kita merasa sehat secara umum,” kata Dirga.

Dalam upaya mematangkan persiapan vaksinasi, Kementerian Kesehatan tengah melatih 23.000 tenaga vaksinator, selain itu didukung juga oleh ratusan ribu tenaga kesehatan lain. Kesiapan tenaga kesehatan di daerah-daerah juga tengah dipastikan untuk mendukung program vaksinasi.

Masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), karena biasanya berdampak ringan dan segera sembuh dalam waktu satu dua hari. “Yang perlu masyarakat ketahui, manfaat vaksinasi itu jauh lebih besar daripada efek sampingnya. KIPI itu mayoritas bersifat ringan seperti bengkak kemerahan di bekas suntikan, kemudian ada demam sebagai tanda vaksinnya bekerja,” terang Dirga.

Ketersediaan vaksin sangat penting dalam mengendalikan pandemi, tetapi perlu disadari bahwa vaksin tidak serta-merta memusnahkan pandemi, “Kita harus sadari vaksin tidak bisa seketika menghilangkan pandemi, karena ada proses distribusi yang panjang. Belum lagi jumlah penduduk kita yang lebih dari 260 juta jiwa. Oleh karena itu, kita harus terus menerapkan protokol pencegahan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak),” tutur Dirga. (*)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here