Wagub Sulsel Apresiasi Panen Raya Pinrang
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi hadiri panen padi di Pinrang, produktivitas capai 6,8 ton per hektare, perkuat ketahanan pangan nasional.
PINRANG - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, berdiri di tengah hamparan padi menguning di Kabupaten Pinrang, Jumat (10/4/2026), saat panen raya berlangsung. Di Kelurahan Padaidi, Kecamatan Mattiro Bulu, panen seluas 25 hektare mencatat produktivitas 6,8 ton per hektare menjadi bukti kuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional di tengah tantangan hama dan produksi.
Suasana pagi itu terasa hangat, bukan hanya oleh matahari yang perlahan meninggi, tetapi juga oleh semangat para petani. Mereka memanen hasil kerja keras berbulan-bulan, disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Sulsel dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Pinrang.
Di lahan milik Kelompok Tani Makkaritutue II, bulir-bulir padi tampak padat dan merunduk, menandakan hasil panen yang melimpah. Produktivitas rata-rata 6,8 ton per hektare menjadi angka yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga mencerminkan ketahanan sektor pertanian lokal.
Fatmawati Rusdi tampak menyapa petani satu per satu. Ia tidak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi juga sebagai representasi pemerintah yang ingin memastikan petani tetap menjadi prioritas pembangunan.
“Kita patut bersyukur karena hasil panen terus menunjukkan tren yang baik. Ini menjadi bukti bahwa Sulawesi Selatan tetap menjadi salah satu penyangga pangan nasional yang kuat,” ujarnya di hadapan petani.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah provinsi menyerahkan bantuan berupa hand sprayer dan karung panen. Bantuan ini diharapkan dapat membantu efisiensi kerja petani sekaligus menjaga kualitas hasil panen.
Transisi dari seremoni ke dialog berlangsung hangat. Para petani menyampaikan keluhan hingga harapan, mulai dari ancaman hama hingga kebutuhan irigasi yang lebih optimal.
Bupati Irwan Hamid menegaskan bahwa sektor pertanian di Pinrang terus menunjukkan tren positif. Dengan luas lahan sekitar 54 ribu hektare, produksi padi menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Produktivitas rata-rata mencapai 6 hingga 7 ton per hektare. Bahkan di beberapa lokasi bisa menembus 9 sampai 10 ton,” ungkap Irwan.
Capaian tersebut tidak datang begitu saja. Stabilitas harga gabah dan kemudahan akses pupuk menjadi faktor kunci yang menjaga semangat petani tetap tinggi.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah provinsi dan pusat turut memperkuat posisi Pinrang sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.
Fatmawati menegaskan, pemerintah tidak akan berhenti pada seremoni semata. Dukungan nyata akan terus diperkuat, terutama melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pembangunan infrastruktur irigasi.
“Pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan, baik melalui bantuan alsintan maupun pembangunan irigasi, agar hasil pertanian semakin meningkat dan petani semakin sejahtera,” katanya.
Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan ke depan, termasuk perubahan iklim dan fluktuasi produksi yang kerap menjadi ancaman sektor pertanian.
Panen raya ini tidak sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, ia menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Di tengah dinamika global yang mempengaruhi rantai pasok pangan, Sulawesi Selatan tetap menunjukkan ketangguhannya. Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci utama menjaga stabilitas tersebut.
Para petani pun berharap dukungan ini terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk bantuan fisik, tetapi juga kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka.
Panen raya di Kabupaten Pinrang menjadi gambaran nyata bahwa sektor pertanian Sulawesi Selatan masih berdiri kokoh sebagai penopang ketahanan pangan nasional. Di balik angka produktivitas, ada kerja keras petani, dukungan pemerintah, dan harapan akan masa depan yang lebih sejahtera.
Ke depan, tantangan mungkin tidak semakin ringan. Namun dengan sinergi yang terjaga, inovasi yang terus dikembangkan, serta komitmen kuat dari semua pihak, Sulawesi Selatan diyakini akan tetap menjadi salah satu lumbung pangan strategis Indonesia.*