Wisuda STAI Al-Gazali Bulukumba: Bupati Dorong Lulusan Jadi CEO
Bupati Bulukumba Andi Utta tantang 218 wisudawan STAI Al-Gazali ciptakan lapangan kerja baru. Kampus siap buka tiga prodi baru tahun ini.
Jalurdua.com BULUKUMBA – Angka sarjana yang terjebak dalam pola pikir pencari kerja (job seeker) konvensional coba dipatahkan di Bulukumba. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, meminta lulusan perguruan tinggi Islam lokal berani beralih fokus menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) demi mengoptimalkan potensi daerah.
Tantangan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Andi Utta saat menghadiri Wisuda Sarjana ke-35 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Gazali Bulukumba di Aula Gedung Bersama RMB, Selasa (7/7/2026). Di hadapan ratusan lulusan, ia menekankan bahwa bekal ijazah keagamaan tidak boleh membuat alumni membatasi diri hanya pada sektor profesi tenaga pendidik.
Mentalitas Pengusaha untuk Mengubah Ekonomi Daerah
Andi Utta, yang memiliki rekam jejak sebagai pengusaha, menggarisbawahi pentingnya memiliki mental petarung dalam dunia kerja modern. Lahan pertanian dan potensi alam Bulukumba yang melimpah dinilai memerlukan sentuhan inovasi dari generasi muda terdidik agar memiliki nilai jual tinggi.
Menurutnya, rutinitas sebagai pekerja kantoran atau karyawan sering kali membuat ruang kreativitas seseorang menjadi terbatas karena terjebak dalam zona nyaman.
"Pendapatan mandiri sekecil apa pun, jika kita yang mengelolanya dan bertindak sebagai CEO-nya, kita pasti akan dipaksa bekerja keras dan berpikir kreatif," ujar Andi Utta menegaskan pentingnya etika kerja dan disiplin sejak dini.
Ia juga mengajak para lulusan baru untuk aktif mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pentingnya produktivitas ekonomi, terutama dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan-lahan tidur di Bulukumba.
Beasiswa Hafiz Al-Qur'an dan Ekspansi Program Studi Baru
Pada kesempatan yang sama, tata kelola internal kampus ikut dipaparkan guna menunjukkan daya saing perguruan tinggi lokal. Ketua Yayasan STAI Al-Gazali Bulukumba, KH Tjamiruddin mengungkapkan, pihaknya berkomitmen menjaga mutu sekaligus memberikan akses pendidikan yang inklusif lewat skema insentif khusus bagi penghafal kitab suci.
Sejak tahun 2020, yayasan membebaskan seluruh biaya SPP hingga selesai bagi mahasiswa penemu hafalan 30 juz. Sementara untuk kategori hafiz 15 juz, diberikan potongan biaya kuliah sebesar 50 persen. Langkah ini diambil untuk merangsang minat generasi muda dalam mendalami Al-Qur'an sekaligus meringankan beban finansial orang tua.
Solusi Kuliah di Daerah Tanpa Harus Merantau
Sementara itu, Ketua STAI Al-Gazali Bulukumba, Dr. H. Irman Syah, memaparkan data akademis instansinya. Pada tahun ini, kampus mengukuhkan 218 wisudawan dari total keseluruhan 987 mahasiswa aktif yang menempuh studi.
Untuk merespons kebutuhan pasar kerja dan perkembangan zaman, manajemen kampus mengumumkan langkah ekspansi akademik besar-besaran. STAI Al-Gazali dipastikan membuka Program Studi Ekonomi Syariah pada tahun ajaran ini.
"Masyarakat tidak perlu lagi pergi ke Makassar jika ingin mendalami ilmu keguruan Islam atau ekonomi. Fasilitas dan kualitas di Bulukumba sudah sangat terpercaya," kata Irman Syah.
Pihak manajemen menambahkan, pada akhir Agustus 2026, mereka dijadwalkan menerima dua Surat Keputusan (SK) penyelenggaraan program studi baru dari Jakarta, yakni untuk prodi Hukum Tata Negara Islam serta Bimbingan Penyuluhan Islam. Langkah strategis ini diharapkan memperkuat posisi kampus sebagai pusat edukasi utama di wilayah selatan Sulawesi Selatan.***