News and Education Versi penuh
Daerah

Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba

Wakil Bupati Andi Edy Manaf hadiri peluncuran Desa Bersinar di Bulukumba. Gerakan Apdesi Merah Putih untuk perkuat desa dari narkoba menuju Indonesia Emas 2045.

Oleh Uno 16 Apr 2026 17:45 3 menit baca

BULUKUMBA – Ruang Kahayya di Gedung Pinisi Bulukumba mendadak riuh oleh gema deklarasi pada Kamis, 16 April 2026. Di hadapan ratusan pasang mata, puluhan kepala desa dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan berdiri tegak, menyuarakan komitmen tunggal: memutus rantai peredaran narkotika melalui peluncuran program Desa Bersinar (Bersih Narkoba).

Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, yang hadir mendampingi Sekda Muh Ali Saleng, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, penunjukan Bulukumba sebagai tuan rumah peluncuran tingkat provinsi ini bukan sekadar seremoni, melainkan alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga benteng terakhir pertahanan sosial, yakni desa.

Benteng Terakhir Melawan Serbuk Haram
Program Desa Bersinar yang diinisiasi oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih ini resmi dibuka oleh Kepala BNN Provinsi Sulsel, Agung Prabowo. Kehadirannya mewakili Kepala BNN RI menjadi sinyal kuat bahwa peredaran narkoba di wilayah pedesaan kini masuk dalam radar darurat nasional.

Suasana haru sekaligus optimis terasa saat satu per satu perwakilan pengurus DPC Apdesi Merah Putih dari 20-an kabupaten/kota maju untuk mendeklarasikan wilayahnya bebas dari pengaruh zat adiktif. Mereka sadar, tanpa ketahanan sosial yang kuat, desa-desa di Sulawesi Selatan rentan menjadi pasar potensial bagi sindikat narkoba.

"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Bulukumba yang telah memfasilitasi peluncuran ini. Ini adalah langkah awal yang besar," ujar Ketua DPD Apdesi Sulsel, Andi Mappakaya Amir, dalam laporan kepanitiaannya.

Menakar Realitas Indonesia Emas 2045


Ketua Umum DPP Apdesi Merah Putih, Anwar Sadat, memberikan pandangan yang lebih mendalam (insightful). Ia menegaskan bahwa Desa Bersinar adalah syarat mutlak jika bangsa ini serius mengejar target Indonesia Emas 2045. Menurutnya, sebuah negara tidak akan pernah menjadi unggul jika generasinya sudah "tumbang" di usia muda akibat kontaminasi narkoba.

"Sangat berbahaya jika generasi kita terkontaminasi. Dampaknya luar biasa merusak," tegas Anwar dengan nada bicara yang dalam. Ia mengingatkan para kepala desa untuk lebih aktif, adaptif, dan inovatif, terutama di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.

Anwar menambahkan, jabatan pemimpin ada batasnya, namun estafet kepemimpinan harus tetap berjalan. "Jika kita tidak menyiapkan generasi berkualitas sekarang, jangan harap jargon Indonesia Emas dapat terwujud," lanjutnya di hadapan para tokoh masyarakat dan pejabat kementerian.

Bukan Sekadar Seremoni di Atas Kertas


Harapan senada diungkapkan oleh Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Desa dari Kemendes PDT, Suherman. Ia mengingatkan agar peluncuran Desa Bersinar tidak berakhir menjadi tumpukan dokumen tanpa aksi nyata. Desa yang produktif dan berdaya saing hanya bisa tercipta jika kohesi sosialnya terjaga dari ancaman narkoba.

Suherman menekankan peran pemuda desa sebagai agent of change. Pembangunan desa harus bersifat inklusif, di mana pencegahan narkoba berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kreatif. 

"Masa depan Indonesia ada di desa. Desa Bersinar harus mendorong kita untuk lebih produktif dan kuat secara moral," jelasnya.

Wakil Bupati Andi Edy Manaf berharap gerakan ini menjadi titik balik bagi Kabupaten Bulukumba. "Minimal dengan adanya program ini, kita bisa meminimalkan peredaran narkoba. Target utama kami adalah mencapai titik zero," pungkas Edy optimistis.

Peristiwa ini menutup hari dengan pesan kuat: bahwa perjuangan melawan narkoba tidak lagi dimulai dari pusat kota, melainkan dari gang-gang kecil dan pemukiman warga di pelosok desa.**

Topik terkait
Bulukumba Apdesi Merah Putih