Bahasa Inggris Jadi Wajib, UT Makassar Latih Guru di Bulukumba
UT Makassar latih 43 guru SD di Bulukumba kuasai strategi pengajaran bahasa Inggris kreatif guna menyambut pemberlakuan kurikulum mandatory 2027/2028.
BULUKUMBA – Suasana ruang kelas di SDN 27 Matekko, Gantarang, mendadak riuh pada Sabtu pagi, 11 April 2026. Puluhan guru nampak antusias memperagakan gerakan tubuh sembari melafalkan kosakata bahasa Inggris sederhana. Mereka tidak sedang bermain, melainkan tengah mendalami teknik Total Physical Response (TPR) guna menghidupkan kembali gairah literasi bahasa asing di sekolah dasar.
Sebanyak 43 guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Gantarang berkumpul untuk mengikuti workshop Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diinisiasi oleh Universitas Terbuka (UT) Makassar. Langkah ini menjadi krusial mengingat bahasa Inggris akan segera berstatus mandatory atau mata pelajaran wajib pada Kurikulum 2027/2028 mendatang.
Strategi Kreatif di Tengah Tantangan Kurikulum Baru
Selama ini, pengajaran bahasa Inggris di tingkat dasar sering dianggap momok, baik bagi siswa maupun guru yang bukan berlatar belakang pendidikan bahasa. Menjawab tantangan tersebut, tim PKM UT Makassar yang dipimpin Drs. Effendi Mantang, M.Hum., membawa pendekatan yang jauh dari kesan kaku.
Materi yang diberikan mencakup pemahaman mendalam tentang karakteristik siswa SD hingga penggunaan media sederhana yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Fokusnya jelas: menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, komunikatif, dan tentu saja menyenangkan.
"Pembelajaran bahasa Inggris di SD sebaiknya dibuat dekat dengan kehidupan siswa. Jika anak-anak merasa senang, mereka akan lebih berani mengenal dan menggunakan bahasa Inggris sejak dini," ujar Effendi Mantang di sela-sela kegiatan.
Melampaui Teori: Praktik Langsung dan Produksi Video
Workshop ini tidak berhenti pada pemaparan materi di depan kelas. Para peserta, yang didampingi oleh instruktur dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba, Dra. Asyrawati, M.Pd., ditantang melakukan micro teaching. Penggunaan lagu, flashcard, hingga simulasi permainan kosakata menjadi menu utama dalam sesi praktik.
Sebagai bentuk akuntabilitas dan bukti implementasi, para guru tidak pulang dengan tangan hampa. Mereka diwajibkan membuat video praktik pembelajaran yang kemudian diunggah melalui Google Form. Hingga saat ini, tercatat 32 peserta telah mengirimkan bukti nyata penerapan ilmu tersebut di sekolah masing-masing.
Dukungan penuh juga datang dari otoritas pendidikan setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KKKS SD Kecamatan Gantarang, Suarfan, S.Pd., dan Pengawas SD, H. Amrullah, S.Pd., M.Si., yang mengapresiasi langkah taktis UT Makassar dalam menjemput bola kebijakan kurikulum nasional.
Bekal Panduan Praktis untuk Tenaga Pendidik
Sebagai buah tangan yang berkelanjutan, UT Makassar menyerahkan handbook berjudul "Strategi Kreatif Mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Dasar". Buku panduan ini dirancang praktis, memuat modul ajar, teknik penilaian sederhana, hingga metode refleksi pembelajaran yang bisa langsung diterapkan di ruang kelas.
Kegiatan PKM ini menegaskan posisi UT Makassar dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi. Melalui pendampingan ini, diharapkan gap kompetensi guru di daerah dapat terkikis sebelum regulasi kurikulum baru resmi diberlakukan secara masif.
Transformasi pendidikan di Bulukumba kini tak lagi sekadar wacana. Di tangan para guru yang adaptif ini, bahasa Inggris bukan lagi deretan tata bahasa yang membosankan, melainkan jendela dunia yang dibuka lebar dari ruang kelas sekolah dasar.***