Wajah Baru Pantai Merpati: 20 UMKM Terima Bantuan Gerobak Seragam

Bupati Andi Utta serahkan 20 unit gerobak UMKM di Pantai Merpati Bulukumba. Simak kisah haru pedagang yang dulu menolak revitalisasi kini dukung penataan kawasan.

Wajah Baru Pantai Merpati: 20 UMKM Terima Bantuan Gerobak Seragam
Foto: Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja memberikan bantuan 20 unit gerobak (booth) seragam kepada para pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan Pantai Merpati/Humas pemkab Bulukumba/JalurDua/
Bacakan Artikel

JALURDUA BULUKUMBA – Riuh rendah suara ombak di Pantai Merpati, Jumat pagi, 24 April 2026, menjadi saksi perubahan besar bagi para pedagang kecil. Di bawah terik matahari yang mulai menyengat, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, secara simbolis menyerahkan 20 unit gerobak (booth) seragam kepada pelaku UMKM. Langkah ini bukan sekadar bagi-bagi aset, melainkan bagian dari misi besar menata estetika kawasan ikonik di Bumi Panrita Lopi tersebut.

Andi Utta, sapaan akrab Sang Bupati, berdiri di pelataran panggung Pantai Merpati dengan pesan yang lugas. Baginya, bantuan gerobak ini adalah instrumen untuk menciptakan harmoni antara aktivitas ekonomi dan keindahan ruang publik. "Bukan hanya gerobaknya yang dijaga, tapi kebersihan dan kerapihan di sekitar lapak juga harus diperhatikan," tegasnya di hadapan para pedagang.

Sentuhan Estetika di Balik Pemberdayaan UMKM


Kehadiran unit gerobak yang seragam ini seketika mengubah wajah pesisir Merpati. Jika dulu kawasan ini terkesan semrawut dengan tenda-tenda yang tidak beraturan, kini barisan booth modern tersebut memberikan kesan rapi dan profesional. Upaya ini merupakan langkah konkret Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Bulukumba dalam memperkuat ekosistem bantuan UMKM Bulukumba.

Andi Utta menitipkan pesan mendalam tentang "rasa memiliki." Ia meminta para pedagang kompak menjaga kebersihan, termasuk merawat tanaman di sekitar area jualan. Jika kawasan bersih dan asri, secara psikologis akan menarik lebih banyak pengunjung. Logika ekonominya sederhana: kenyamanan berbanding lurus dengan omzet.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: