Binrohtal Polres Bulukumba Perkuat Mental Tahanan
Binrohtal tahanan Bulukumba hadirkan pembinaan rohani bagi warga rutan, bangkitkan harapan dan kesadaran diri menuju perubahan hidup lebih baik.
BULUKUMBA - Suasana khidmat terasa sejak pagi di Rumah Tahanan Polres Bulukumba, Kamis (9/4/2026). Kegiatan Binrohtal tahanan Bulukumba langsung menyentuh inti pembinaan spiritual, menghadirkan harapan baru bagi para tahanan. Program ini digelar oleh fungsi SDM Polres Bulukumba sebagai bagian dari pembinaan mental dan rohani, melibatkan personel serta warga binaan, dengan tujuan membangun ketenangan batin, meningkatkan keimanan, dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.
Binrohtal Tahanan Bulukumba: Dari Masjid ke Rutan
Kegiatan dimulai usai apel pagi, bertempat di Masjid Namirah Polres Bulukumba. Para personel yang beragama Islam mengikuti pembacaan Surah Yasin dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Bripda Muhammad Alif.
Suara lantunan ayat suci menggema lembut, menciptakan suasana tenang yang terasa hingga ke sudut-sudut kompleks kepolisian. Ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan momen refleksi bagi seluruh peserta.
Setelah itu, kegiatan berlanjut ke Rutan Polres Bulukumba. Di sinilah inti dari Binrohtal tahanan Bulukumba benar-benar terasa. Para tahanan duduk berjejer, sebagian menunduk, sebagian lagi menyimak dengan penuh perhatian.
Dalam suasana sederhana, terselip harapan besar: perubahan.
Pesan Spiritual: Jangan Putus Asa dalam Ujian
Dalam tausiah yang disampaikan, Ustadz Bripda Muhammad Alif menekankan pentingnya ketabahan. Ia berbicara dengan nada tenang namun tegas, menyentuh sisi emosional para tahanan.
“Jangan berputus asa dan tetap melaksanakan kewajiban kita sebagai umat Islam dengan mendirikan shalat lima waktu meskipun berada di dalam rutan,” pesannya.
Kalimat itu seolah menjadi pengingat bahwa kondisi seberat apa pun bukan alasan untuk menjauh dari Tuhan. Bahkan, dalam keterbatasan, spiritualitas justru bisa menjadi kekuatan utama.
Ia juga mengajak para tahanan untuk terus berdoa dan memohon kemudahan kepada Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan humanis, bukan menghakimi, melainkan merangkul.
Beberapa tahanan tampak mengangguk pelan. Ada yang terlihat menahan haru. Momen seperti ini jarang mereka rasakan di balik jeruji.
Peran Polres dalam Pembinaan Mental Tahanan
Plt Kasat Tahti Polres Bulukumba, Ipda Muhammad Jusri, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari komitmen institusi dalam pembinaan manusia seutuhnya.
Menurutnya, Binrohtal tahanan Bulukumba merupakan program Sat Tahti yang bertujuan memberikan perhatian dan kepedulian kepada para tahanan.“Tujuan program ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif kepada para tahanan dalam menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa sistem pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga pada rehabilitasi mental dan spiritual.
Program seperti ini menjadi penting, terutama dalam membantu tahanan:
- Meningkatkan kesadaran diri
- Menyadari kesalahan yang telah dilakukan
- Memperbaiki kualitas hidup ke depan
Dampak Nyata: Membangun Kesadaran dan Harapan
Tidak sedikit tahanan yang mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesungguhan. Dalam keterbatasan ruang gerak, mereka menemukan ruang baru untuk introspeksi.
Kegiatan Binrohtal tahanan Bulukumba diharapkan mampu:
- Meningkatkan keimanan dan ketakwaan
- Menumbuhkan rasa tanggung jawab
- Mengurangi tekanan psikologis selama masa tahanan
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan menuju perubahan. Para tahanan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga proses pembentukan diri.
Bagi sebagian dari mereka, ini mungkin menjadi titik balik.
Kisah di Balik Diamnya Rutan
Di balik dinding rutan yang sunyi, tersimpan banyak cerita. Ada yang menyesal, ada yang ingin memperbaiki diri, dan ada pula yang hanya ingin diberi kesempatan kedua.
Kegiatan ini memberi ruang bagi mereka untuk merasa “didengar” dan “dipahami”.
Seorang tahanan, yang enggan disebutkan namanya, mengaku kegiatan seperti ini membuatnya lebih tenang.
“Kalau dengar tausiah, rasanya hati lebih ringan,” katanya singkat.
Kalimat sederhana itu mencerminkan dampak besar dari pendekatan spiritual.
Menyemai Harapan di Tempat yang Terbatas
Kegiatan Binrohtal tahanan Bulukumba bukan sekadar program rutin, melainkan upaya nyata membangun manusia dari dalam. Di tengah keterbatasan dan tekanan hidup di rutan, pembinaan rohani menjadi cahaya yang menuntun arah.
Ke depan, program ini diharapkan terus berlanjut dan berkembang, menjangkau lebih banyak tahanan dengan pendekatan yang lebih personal dan berkelanjutan.
Sebab pada akhirnya, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah, dan harapan itu bisa tumbuh, bahkan di balik jeruji.*