Cinta Bulukumba, Pesan Andi Utta saat Lantik 94 PNS Baru

Bupati Bulukumba Andi Utta resmi melantik 94 PNS baru formasi 2024. Simak pesan ideologis mendalam soal pengabdian, ibadah, dan cinta daerah di sini.

Cinta Bulukumba, Pesan Andi Utta saat Lantik 94 PNS Baru
Foto: Andi Utta melantik dan mengambil sumpah 94 Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi 2024 di Lapangan Pemuda Bulukumba, Selasa, 2 Juni 2026/JalurDua/
Bacakan Artikel


Penyelenggaraan pelantikan yang dirangkaikan dengan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila memberikan getaran tersendiri. Nilai-nilai dasar negara seolah langsung diinjeksikan ke dalam sanubari para penandatangan berita acara sumpah PNS. Kebersamaan Forkopimda dan keluarga menciptakan atmosfer dukungan sosial yang solid bagi langkah awal para pegawai.

Andi Utta menutup arahannya dengan memberikan ucapan selamat sekaligus doa agar langkah para pegawai baru ini selalu berada dalam koridor hukum dan agama. "Selamat bekerja. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan, petunjuk, dan perlindungan oleh Allah SWT," tuturnya menutup prosesi.

Usai pembubaran barisan upacara, ketegangan formalitas birokrasi mencair seketika. Lapangan Pemuda berubah menjadi panggung kegembiraan humanis. Para PNS baru berhamburan menemui orang tua, suami, istri, dan anak-anak mereka. Mereka saling berpelukan, menitikkan air mata bahagia, dan bergantian melakukan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen bersejarah dalam hidup mereka.

Pelantikan 94 PNS baru di Kabupaten Bulukumba ini menandai era baru penataan birokrasi lokal yang lebih responsif dan berorientasi pada keahlian fungsional. Dengan rekor penyelesaian administrasi tepat satu tahun, Pemkab Bulukumba menunjukkan keseriusan dalam mengelola hak dan kewajiban aparaturnya.


Ke depan, tantangan nyata berada di tangan para PNS baru ini untuk menerjemahkan instruksi Bupati Andi Utta mengenai "Cinta Bulukumba" ke dalam bentuk pelayanan publik yang bebas dari pungli, ramah, dan solutif. Keberhasilan mereka dalam mengintegrasikan keahlian fungsional akan menjadi penentu utama apakah target percepatan pembangunan daerah dapat tercapai secara akseleratif atau justru tertahan ego sektoral yang usang. Publik kini menanti kiprah nyata mereka di lapangan.***

Pilih Halaman: