Cuma Punya 6 Detik! Ini Tantangan Berat Media Massa Hadapi Jebakan Algoritma Medsos

Anggota DPD RI Syauqi Soeratno menyoroti tantangan berat pers nasional dalam menembus algoritma media sosial tanpa mengorbankan independensi.

Cuma Punya 6 Detik! Ini Tantangan Berat Media Massa Hadapi Jebakan Algoritma Medsos
Pertemuan tokoh Dewan Pers dan FPRMI membahas tantangan independensi media di Gedung DPD RI Yogyakarta(Foto: Dok, Istimewa)
Bacakan Artikel

Dampaknya terasa pada perubahan perilaku pembaca. Berbeda dengan era dominasi media konvensional seperti televisi, radio, dan cetak, lanskap digital memicu lahirnya fenomena judgmental. Banyak masyarakat saat ini langsung menarik kesimpulan atau menghakimi sebuah isu hanya dengan membaca judul, tanpa membaca keseluruhan isi berita secara utuh. Keberadaan jurnalisme warga yang masif di media sosial sering kali memperkeruh situasi karena mengabaikan uji kompetensi dan kode etik.

Menjaga Kedaulatan Informasi di Tengah Isu Global

Merespons situasi tersebut, perwakilan Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto, bersama Ketua Umum Pengurus Pusat FPRMI, Bernadus Wilson Lumi, menegaskan pentingnya konsistensi kualitas. Pers yang sehat harus berani mendobrak batasan konvensional agar mampu bersaing secara global.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: