Demokrat berkoalisi dengan Rakyat VS Moeldoko berkoalisi dengan Yusril

KETERANGAN PERS PARTAI DEMOKRATJakarta, 3 Oktober 2021 Assalamualaikum Wr WbSalam Sejahtera untuk kita semuaOm Swastiastu, Namo Budaya, Salam Kebajikan,Selamat Siang, Puji Syukur kepada Tuh...

Demokrat berkoalisi dengan Rakyat VS Moeldoko berkoalisi dengan Yusril
Bacakan Artikel

Pertama, sebagaimana rekan-rekan wartawan yang tidak mengenal istilah hari libur, kami di partai politik ini juga, dalam melakukan tugas pengabdian dan pelayanan pada masyarakat, tidak mengenal istilah hari libur. Di Hari Minggu ini, kami mendapat laporan, banyak kader Partai Demokrat yang turun ke masyarakat untuk melakukan kegiatan vaksinasi gratis.

Kedua, kami memandang ulah KSP Moeldoko yang berkoalisi dengan Yusril, bukan hanya terhadap kader Partai Demokrat, tetapi juga kepada Rakyat Indonesia, akhir-akhir ini sudah sangat keterlaluan; melakukan siasat demi siasat jahat, menggunakan proxy para mantan kader Partai Demokrat, untuk mencapai ambisi kekuasaannya, dengan melakukan upaya-upaya pembodohan publik.

Hanya karena Jenderal, lalu merasa memiliki kuasa untuk membodohi publik. Hanya karena Profesor Hukum, lalu merasa memiliki kuasa untuk membodohi publik. Kami katakan tegas: Rakyat Indonesia Tidak Bodoh. Kader Demokrat Tidak Bodoh. Kami Semua Tidak Bodoh. #LawanUpayaPembodohan.

Kami perlu melakukan perlawanan terhadap mereka, yang menggunakan Pangkat, Jabatan, dan Gelar Akademiknya, untuk membodohi publik.

Kemarin, Proxy KSP Moeldoko bernama Hasyim dan Ayu melakukan konpers. Konpers yang telah dirapatkan malam sebelumnya di Jalan Lembang. Sebuah Rumah Dinas milik Angkatan Darat yang masih dikuasai oleh KSP Moeldoko.
Yang saya yakin, kalau publik tahu bahwa itu adalah rumah dinas Angkatan Darat, pasti bukan hanya publik, para prajurit pun tidak akan rela. Karena tempat yang suci dan netral itu, dikotori oleh sekelompok orang untuk melakukan siasat jahat, yakni membegal partai politik yang sah dan diakui oleh pemerintah. Darah prajurit itu loyal dan setia. Sedangkan pengkhianatan dan pemberontakan, tidak ada tempatnya dalam jiwa dan raga seorang prajurit.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: