Etika Jurnalistik Dipertanyakan, Pakar Soroti Framing Media
Dr Iqbal Sultan kritik media mainstream soal judul bombastis Rp2 miliar helikopter Sulsel. Tekankan pentingnya verifikasi dan edukasi publik.
Jalurdua.com - Makassar - Di era kecepatan informasi, satu kata dalam judul berita bisa mengubah persepsi publik secara drastis. Kata โhabiskanโ misalnya, terdengar tegas, keras, bahkan memicu emosi. Namun, bagaimana jika kata itu belum sepenuhnya mewakili fakta?
Di tengah dinamika media digital yang semakin kompetitif, Pakar komunikasi publik dan media massa, Dr Iqbal Sultan, mengingatkan kembali esensi jurnalisme: mendidik, bukan menggiring opini.
Antara Data dan Sensasi
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap pemberitaan salah satu media lokal Sulawesi Selatan yang mengangkat judul โPemprov Sulsel Habiskan Rp2 Miliar untuk Sewa Helikopterโ.
Padahal, jika ditelusuri dari sumber data primer di situs resmi pengadaan pemerintah, yakni sirup.inaproc.idโplatform milik LKPPโinformasi tersebut masih berupa rencana pengadaan, bukan realisasi anggaran.
Di sinilah letak persoalannya. Dalam perspektif komunikasi publik, pemilihan diksi memiliki dampak besar terhadap framing berita.
โPadahal ini kan baru rencana, belum dilaksanakan di tahun 2026, kenapa menggunakan diksi menghabiskan,โ ujar Dr Iqbal Sultan, dikutip dari laman sulselprov.go.id, kamis 2 April 2026.
Pilar Demokrasi yang Tidak Boleh Goyah
- Meksiko Bergemuruh, Suporter Dunia Padati Azteca Jelang Piala Dunia 2026
- Liga Universitas Kampanyekan Perdamaian dan Kesehatan Mental
- Parlemen Iran: Trump Punya 2 Pilihan, Harus Menyerah atau Menyerah
- Mbappe dan 5 Rekor yang Bisa Dipecahkannya di Piala Dunia 2026
- Indonesia Vs Australia: Keok 0-1, Garuda Muda Gagal ke Final Piala AFF U-19
- Pelatihan Membatik Shibori Makassar Siasati Kurang Stok Kain
- Camat Bontotiro Ingatkan Siswa MTsN Jaga Adab demi Masa Depan
- Sinergi UT Bulukumba dan DPRD: Pacu SDM Daerah
- Meksiko Bergemuruh, Suporter Dunia Padati Azteca Jelang Piala Dunia 2026
- Liga Universitas Kampanyekan Perdamaian dan Kesehatan Mental
- Piala Dunia 2026: Spanyol Jangan Kelewat Pede
- Piala Dunia 2026: Favorit Bukan Kata Tabu untuk Deschamps
- Karena Candra Wijaya Tak Mau Regenerasi Ganda Indonesia Terhenti
- Vitinha & Joao Neves Tak Tersentuh di PSG, Mustahil Pindah ke Madrid
- Ratusan Peserta Ramaikan Kejuaraan Padel Siliwangi Open 2026
