Galaxy S25 Edge Hadirkan Lompatan Teknologi, Tapi Apakah Layak Dibeli?
JALURDUA.COM - Samsung kembali menggebrak pasar premium smartphone dengan perangkat barunya: Galaxy S25 Edge. Meneruskan warisan desain lengkung pada layar dan inovasi fotografi berbasis AI, pera...
Bacakan Artikel
- 200 MP wide (f/1.7, sensor ISOCELL terbaru)
- 12 MP ultra-wide
- 10 MP telephoto 5x optical zoom
Kamera Depan:
- 12 MP under-display camera generasi ketiga
- Baterai:
- Baterai: 5.200 mAh, pengisian cepat 65W, wireless charging 30W
- Sistem Operasi: Android 15, One UI 7
- Konektivitas: Wi-Fi 7, 5G mmWave + sub-6GHz, Bluetooth 5.4
- Fitur Tambahan: IP69K, sensor suhu tubuh, ultrasonic fingerprint, AI generatif on-device
Kelebihan Samsung Galaxy S25 Edge
- Layar Edge yang Kembali dengan Fungsi Nyata
Setelah sempat dikritik hanya sebagai "gimmick", layar edge di S25 Edge kini dirancang lebih fungsional. Notifikasi interaktif, edge-panel multitasking, dan kontrol gesture memberikan nilai tambah nyata. - Kamera 200 MP Lebih Cerdas, Bukan Sekadar Resolusi
Ditenagai AI generatif on-device, kamera utama menghasilkan detail tajam dalam kondisi ekstrem cahaya. Mode malam dan potret makin natural, didukung fitur "Neural Bokeh" dan rekaman 8K HDR stabil. - Performa Gahar dan Dingin
Snapdragon 8 Gen 4 menunjukkan peningkatan efisiensi hingga 30%. Dipadukan dengan sistem pendingin vapor chamber generasi baru, perangkat tetap adem saat bermain game berat atau merekam video 4K. - Baterai Lebih Awet, Pengisian Lebih Cepat
Dengan kapasitas 5.200 mAh dan optimasi One UI 7, screen-on time tembus 8–10 jam. Pengisian cepat 65W menjanjikan 0–100% hanya dalam 38 menit. - AI On-Device
Samsung menyematkan "Gauss", model AI internal mereka, untuk fitur-fitur seperti transkripsi real-time, ringkasan pesan otomatis, serta personalisasi penggunaan tanpa harus terhubung ke cloud.
Kekurangan Samsung Galaxy S25 Edge
- Harga Fantastis
Dengan harga peluncuran mulai dari Rp22 juta, S25 Edge menjadi salah satu ponsel non-lipat termahal Samsung. Ini menjadi kendala bagi pengguna non-premium yang hanya butuh kamera dan performa standar. - Masih Belum Kompatibel Penuh dengan Semua Aplikasi AI
Beberapa aplikasi pihak ketiga belum mengoptimalkan model AI generatif on-device milik Samsung. Akibatnya, pengalaman AI belum sepenuhnya konsisten antar aplikasi. - Dimensi Bongsor dan Berat
Berat mendekati 220 gram dan ukuran hampir menyerupai phablet membuatnya kurang nyaman bagi pengguna bertangan kecil. Ini menjadi ironi bagi mereka yang berharap ponsel flagship tetap ringkas. - Kamera Under-Display Belum Sempurna
Meski tersembunyi, kualitas kamera depan masih belum setara dengan punch-hole. Hasil swafoto dalam kondisi redup terlihat soft dan sedikit buram. - Versi Exynos Masih Jadi Catatan
Di beberapa pasar seperti Asia dan Eropa, Samsung menyematkan Exynos 2500. Meski lebih efisien, performanya tetap sedikit di bawah Snapdragon versi global.
Kesimpulan: Untuk Siapa Galaxy S25 Edge?
Samsung Galaxy S25 Edge cocok bagi pengguna kelas atas yang ingin mencicipi teknologi tercanggih dalam genggaman.
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- Apple Uji Google Gemini AI untuk Tingkatkan Siri, iPhone 17 Belum Dapat Izin Mas...
- Starlink Hentikan Pendaftaran Pengguna Baru di Indonesia, Ini Penyebabnya
- Harga iPhone 16 Turun Drastis Agustus 2025,
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi