Hutan di Kepala

Hutan di Kepala
Bacakan Artikel

dan benar saja, sarung dan selimut tak keluar ransel
aku bahkan lupa cara pakai baju
juga celana dalam
semua poriku jadi mata air
asin dan asing

aku cari pohon di kotamu itu
tak ada, hanya gedung dan gudang

Kamu tahu, langit selalu benci pada gedung
langit tak suka dicakar

“pernahkah kamu melihat pohon durian?”
“sering,” jawabmu
“di mana?”
“di sini,” jawabmu, singkat menggemaskan
kau mainkan gawaimu di depan mataku

aku ingin tertawa
ingin mengajakmu ke kampungku

tak perlu membawa selimut dan sarung
………ada pelukku…….

Kindang, Agustus 2026

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: