Investasi Agribisnis Bulukumba Dijaga Ketat, Jangan Kertas!

Bupati Bulukumba Andi Utta tegas meminta investasi agribisnis Bulukumba bersama FamFresh tak sekadar konsep kertas. Baca selengkapnya di sini.

Investasi Agribisnis Bulukumba Dijaga Ketat, Jangan Kertas!
Foto: Direktur PT Pinisi Citra Bulukumba (Perseroda), Zulkifli Saiyye/JalurDua/
Bacakan Artikel


Andi Utta menyadari betul bahwa kekayaan alam yang melimpah tidak akan berarti banyak tanpa tata kelola profesional dan investasi yang sehat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bulukumba secara terbuka menyatakan komitmennya untuk menjamin iklim investasi yang kondusif. Jaminan itu diwujudkan lewat janji kemudahan berusaha bagi para investor yang siap masuk ke bumi Panritalopi.

Namun, karpet merah yang digelar pemerintah daerah bukan tanpa syarat. Skema investasi agribisnis Bulukumba yang ditawarkan harus mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect). Kerja sama antara FamFresh Industries dan Perseroda diharapkan menjadi model kemitraan produktif yang mereformasi cara daerah mengelola sektor pangan.

Langkah ini dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Penguatan investasi agribisnis ini juga diproyeksikan menjadi mesin baru dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan pengelolaan yang mandiri melalui BUMD, ketergantungan terhadap dana perimbangan pusat secara bertahap dapat dikurangi.

Membaca Peta Investigasi Lapangan Korporasi


Merespons ketegasan bupati, pihak investor langsung bergerak taktis. Perwakilan Farm Fresh Indonesia, Adi Wirawan, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak ingin membuang waktu. Korporasi melihat Bulukumba memiliki rantai pasok yang sangat potensial untuk dikembangkan dengan pendekatan dari hulu hingga hilir.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: