News and Education Versi penuh
Daerah

Jumat Berkah, Relawan KSJ Bulukumba Sapa Warga di Depan Lapas

Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) Bulukumba bagikan 145 nasi kotak di depan Lapas. Simak pesan menyentuh H. Islamuddin Sulaiman tentang makna keikhlasan dan berbagi.

Oleh Uno 08 May 2026 14:18 3 menit baca

BULUKUMBA - Jumat pagi di depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba tidak seperti biasanya. Di tengah deru mesin kendaraan dan debu jalanan, sekelompok relawan berpakaian rapi namun tampak bersahabat berkumpul. Tangan mereka cekatan menyodorkan kotak-kotak putih berisi nasi dan lauk hangat kepada para tukang ojek, sopir angkot, hingga pejalan kaki yang melintas.

Hari ini, Jumat, 8 Mei 2026, Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) Bulukumba kembali turun ke jalan. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 145 nasi kotak ludes terbagi hanya dalam hitungan jam. Gerakan ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan perwujudan nyata dari kepedulian sosial yang digerakkan oleh sosok H. Islamuddin Sulaiman dan H. Naim Gani, S.Sos.

Filosofi Keikhlasan di Balik Sebungkus Nasi

Bagi KSJ Bulukumba, setiap kotak nasi yang dibagikan adalah pesan tentang keabadian. H. Islamuddin Sulaiman, salah satu tokoh kunci di balik gerakan ini, berdiri di antara para relawan dengan wajah teduh. Baginya, materi adalah sesuatu yang fana jika hanya disimpan untuk diri sendiri.

"Apa yang kita makan akan habis, apa yang kita pakai akan usang. Namun, apa yang kita berikan dengan ikhlas akan abadi dan menjadi penolong kita di hari depan," ujar H. Islamuddin dengan nada bicara yang rendah namun berwibawa.

Ia menekankan bahwa berbagi tidak boleh menunggu kondisi ekonomi mapan. Justru dengan berbagilah, hidup seseorang akan menemukan makna yang sesungguhnya. Prinsip ini menjadi fondasi kuat yang membuat KSJ Bulukumba terus konsisten bergerak meski tantangan ekonomi di luar sana seringkali pasang surut.

Mengetuk Pintu Empati: Bayangkan Jika Posisi Tertukar

Aksi sosial di depan Lapas Bulukumba ini juga mengandung pesan moral yang mendalam bagi masyarakat sekitar. H. Islamuddin mengajak siapa saja untuk sesekali melihat dunia dari sudut pandang mereka yang kurang beruntung. Beliau percaya bahwa empati adalah kunci utama dalam merawat kemanusiaan.

"Bayangkan jika posisi kita tertukar. Sebuah uluran tangan kecil akan terasa seperti mukjizat yang luar biasa," lanjutnya sembari menatap salah seorang pengayuh becak yang tersenyum lebar menerima bantuan.

Roda kehidupan yang selalu berputar menjadi pengingat bagi KSJ untuk tidak melewatkan kesempatan menebar kebaikan selama masih memiliki kemampuan. "Selagi tanganmu masih di atas, jangan lewatkan kesempatan untuk menebar kebaikan," tutup H. Islamuddin dengan penuh penekanan.

Dampak Sosial dan Harapan untuk Bulukumba

Kehadiran H. Naim Gani, S.Sos, dalam struktur kepemimpinan KSJ juga memberikan sentuhan organisasi yang lebih terukur. Gerakan ini tidak hanya menyasar pengguna jalan, tetapi juga memberikan dampak psikologis bagi warga sekitar tentang pentingnya solidaritas lokal di Kabupaten Bulukumba.

Langkah kecil namun konsisten dari KSJ Bulukumba ini diharapkan dapat memicu gelombang kebaikan yang lebih besar di Sulawesi Selatan. Nasi kotak yang dibagikan hari ini memang akan habis dalam sekejap, namun semangat gotong royong yang ditanamkan akan terus tumbuh di hati masyarakat "Butta Panrita Lopi".

Ke depan, KSJ berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan bantuan, memastikan bahwa di setiap hari Jumat, selalu ada senyum yang merekah dari mereka yang terbantu oleh tangan-tangan tulus para relawan sedekah.***

Topik terkait
H. Islamuddin Sulaiman Sedekah Jumat Bulukumba KSJ Bulukumba