Kisah Fitria Wulansari, Kembangkan “Kebun Tetangga” dari Rumah

Kisah Fitria Wulansari, Kembangkan “Kebun Tetangga” dari Rumah
Bacakan Artikel

Produk “Kebun Tetangga”

Demi menjamin keberlanjutan, Komunitas “Kebun Tetangga”  digerakkan dengan semangat organisasi kewargaan. Jadi, ada pembagian peran di dalamnya.

Kepala kebun adalah Mas Syukron, suami Mbak Wulan. Ia sendiri lebih banyak mengurusi bagian produksi, marketing, dan administrasi. 

Selain melibatkan anak-anak pesantren, ada dua orang lagi terlibat di bagian produksi. Mereka dulunya adalah mahasiswa magang. “Mereka sudah dua tahun membersamai,” ucapnya.

Produksi andalan “Kebun Tetangga” adalah teh telang, telang kering dan rosela. Ada pula jahe instan, kombucha, sambal roa dan lainnya. Produk-produk ini sudah dipasarkan luas khususnya di Kota Makassar, Gowa hingga Sinjai.

Kebun Tetangga juga bekerjasama dengan TPS3R Makassar untuk mengolah maggot kering.

Meski semangatnya adalah menginspirasi banyak orang, Wulan mengakui betapa sulitnya memperluas ketertarikan warga sekitar. Namun, ia bahagia karena ada banyak anak-anak muda saat ini berminat menggeluti urban farming. Setidaknya banyak anak muda yang tertarik melihat-lihat aktivitasnya.

“Bahkan ada anak-anak muda yang tertarik datang ke tempat kami untuk sekadar menyiram tanaman, sekaligus menggali pengalaman,” tambahnya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: