Kisah korban adopsi Belanda yang berjuang menjadi WNI – 'Darah kami adalah darah orang Indonesia'
Bacakan Artikel
Pada periode 1970 hingga 1980, ribuan anak Indonesia diadopsi oleh keluarga Belanda. Praktik ini dipandang problematik sebab ditempuh dengan cara-cara yang tak sesuai ketentuan. Sekarang, beberapa anak korban adopsi telah tumbuh dewasa. Mereka berusaha untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.
Baca Juga
- Warga Kranggan Manisrenggo Klaten Guyub Bangun Jembatan Garuda
- Aksi Rabu Bersih Pemdes Lipukasi: Warga dan Perangkat Desa Kompak Bersihkan Ling...
- Peringati Hari Posyandu Nasional, Desa Lasitae Gelar Layanan Kesehatan Serentak
- Cristiano Ronaldo 30 Gol Lagi Menuju 1.000 Gol
- DATA Bukukan Laba Melejit 101% di Q1-2026, Ini Pemicunya!
- Kisah korban adopsi Belanda yang berjuang menjadi WNI – 'Darah kami adalah darah...
- Perompak Somalia bangkit lagi – 'Laut adalah bisnis kami'
- Sebulan pembatasan media sosial untuk anak – 'Masih ada celah palsukan umur dan...
- Warga Kranggan Manisrenggo Klaten Guyub Bangun Jembatan Garuda
- Aksi Rabu Bersih Pemdes Lipukasi: Warga dan Perangkat Desa Kompak Bersihkan Ling...