Kunjungan Kajati Sulsel Perkuat Sinergi di Bulukumba
Kunjungan Kajati Sulsel di Bulukumba perkuat sinergi pemerintah dan penegak hukum demi tata kelola yang akuntabel dan pembangunan daerah.
Ke depan, kolaborasi yang lebih intens diharapkan mampu mendorong terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kunjungan Kajati Sulsel ini bukan sekadar seremonial. Ia menjadi simbol harapan, bahwa ketika hukum dan pemerintahan berjalan seiring, pembangunan daerah akan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Ia menyoroti sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Program bibit unggul dan rumpon disebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
“Kalau ekonomi baik, maka sektor lainnya juga akan baik. Kantibmasnya juga baik,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Bulukumba juga dikenal sebagai “Butta Panrita Lopi”, pusat pembuatan perahu Pinisi yang telah diakui dunia. Identitas budaya ini menjadi kekuatan sekaligus kebanggaan daerah.
Andi Utta bahkan mengaku terlibat langsung sebagai petani dengan mengelola kebun percontohan. Baginya, praktik langsung adalah bukti bahwa potensi pertanian Bulukumba mampu bersaing dengan daerah lain.
Di balik jabatan strategisnya, kisah perjalanan hidup Kajati Sulsel.
Didik Farhkan Alisyahdi mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi penegak hukum. Ia memilih fakultas hukum karena peluang penerimaan mahasiswa yang lebih besar.
- BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir