Listrik RSUD Bulukumba Mati, Manajemen Pastikan Pasien Aman
RSUD Bulukumba padam total pada 23 April 2026 demi pemeliharaan trafo dan integrasi Gedung Jantung Terpadu. Simak dampak layanan dan langkah mitigasi manajemen.
BULUKUMBA - Kegelapan sempat menyelimuti koridor RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba pada Kamis (23/4) sore. Sejak pukul 17.35 WITA, deru mesin medis dan sejuknya pendingin ruangan mendadak senyap, memaksa sejumlah tindakan medis krusial, termasuk operasi di ruang bedah, harus ditangguhkan sementara. Pemadaman total selama kurang lebih dua jam ini merupakan langkah darurat medis demi mengintegrasikan sistem kelistrikan ke Gedung Perawatan Jantung Terpadu yang baru.
Pemeliharaan Trafo dan Integrasi Gedung Baru
Humas RSUD Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, mengonfirmasi bahwa penghentian arus listrik ini telah direncanakan sebagai bagian dari pemeliharaan skala besar. Fokus utamanya adalah perawatan trafo induk dan pembenahan jaringan distribusi listrik untuk mendukung fasilitas kesehatan mutakhir yang baru saja rampung.
"Langkah ini diambil guna memastikan seluruh pasien tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan yang optimal selama proses berlangsung," ujar Andi Ayatullah. Menurutnya, beban listrik rumah sakit perlu dikalibrasi ulang agar mampu menopang peralatan medis berteknologi tinggi di gedung baru, terutama instalasi jantung yang membutuhkan stabilitas tegangan tanpa toleransi kegagalan.
Pasien dan Keluarga Bertahan dalam Keterbatasan
Kondisi di lapangan selama pemadaman menunjukkan suasana yang menantang bagi pasien dan petugas medis. Tanpa aliran listrik, sistem pencahayaan dan AC di seluruh gedung tidak berfungsi. Meski demikian, manajemen mengklaim telah melakukan sosialisasi internal sebelum sakelar utama diturunkan.
Petugas medis di unit-unit vital tetap berjaga menggunakan prosedur manual dan bantuan daya cadangan terbatas untuk memastikan keselamatan nyawa tetap prioritas. Penundaan operasi di ruang bedah menjadi konsekuensi paling signifikan dari proses teknis ini, sebuah keputusan sulit yang harus diambil demi mencegah risiko korsleting atau kerusakan alat saat prosedur berlangsung.
Komitmen Peningkatan Fasilitas RSUD Bulukumba
Tepat pada pukul 19.45 WITA, aliran listrik kembali normal dan aktivitas layanan kesehatan mulai pulih secara bertahap. Manajemen RSUD menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami pasien maupun keluarga pendamping selama masa transisi teknis tersebut.
Investasi pada infrastruktur kelistrikan ini diharapkan menjadi fondasi bagi RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja untuk bertransformasi menjadi pusat rujukan jantung di wilayah selatan Sulawesi Selatan. ke depan menunjukkan bahwa stabilitas energi akan menjadi kunci utama dalam mengoperasikan gedung-gedung baru yang telah selesai dibangun, guna menekan angka rujukan pasien ke Makassar.