Literasi Digital Bulukumba: Perpustakaan Desa Kini Berbasis TIK

Dinas Perpustakaan Bulukumba gelar Bimtek SPP TIK untuk transformasi perpustakaan desa menjadi pusat literasi digital yang inklusif dan berbasis teknologi.

Literasi Digital Bulukumba: Perpustakaan Desa Kini Berbasis TIK
Foto: Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Bulukumba, Feryawan Z. Fahmi, berdiri di depan peserta/JalurDua/
Bacakan Artikel

Selama ini, stigma masyarakat terhadap perpustakaan sering kali hanya terbatas pada ruangan sunyi berisi tumpukan kertas. Namun, Kepala Bidang Perpustakaan, Syahriana Said, mencoba mendobrak pola pikir tersebut. Baginya, peran pengelola perpustakaan saat ini telah mengalami pergeseran paradigma yang fundamental.

“Perpustakaan bukan lagi sekadar gudang buku. Titik,” ujar Syahriana mantap. Ia menjelaskan bahwa kelurahan dan desa kini diposisikan sebagai ujung tombak penguatan budaya baca. Melalui Bimtek SPP TIK ini, para pengelola dibekali keterampilan teknis agar mampu mengelola data, memperluas jangkauan akses, dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat yang dinamis.

Narasumber ahli, Nasaruddin, turut memaparkan taktik jitu pengelolaan berbasis TIK yang tidak hanya mengandalkan perangkat keras, tetapi juga kreativitas dalam mengelola konten digital. Kehadiran pustakawan ahli seperti Rismayani dan Armawati semakin mempertegas bahwa Bulukumba tengah serius menyiapkan infrastruktur sumber daya manusia yang mumpuni untuk menghadapi gelombang disrupsi literasi.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: