Mahasiswa UNHAS dan UMI Terjun ke RSUD Bulukumba, Apa Dampaknya?

Masuk stase bedah dan obgin, kehadiran mahasiswa kedokteran di RSUD Bulukumba ditargetkan dongkrak mutu pelayanan dan transfer ilmu klinis.

Mahasiswa UNHAS dan UMI Terjun ke RSUD Bulukumba, Apa Dampaknya?
Suasana penerimaan mahasiswa di Ruang Pertemuan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD H. Andi Sulthan Daeng. Radja/JalurDua/
Bacakan Artikel

Jalurdua.com BULUKUMBA — Kolaborasi strategis antara sektor pelayanan kesehatan dan institusi akademis papan atas Sulawesi Selatan kembali diperkuat. RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba secara resmi menerima gelombang baru mahasiswa praktik klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (UNHAS), Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan STIKES Panrita Husada Bulukumba, Senin (29/6/2026).

Para calon dokter dan tenaga keperawatan ini diterjunkan langsung ke lini krusial pelayanan rumah sakit, termasuk Stase Bedah, Stase Obstetri dan Ginekologi (Obgin), serta Manajemen Keperawatan. Langkah ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan bagian dari intervensi taktis untuk menjaga mutu pelayanan di rumah sakit rujukan daerah tersebut.

Distribusi Mahasiswa dan Fokus Stase Spesifik

Ketua Komite Koordinasi Pendidikan (KOMKORDIK) RSUD Bulukumba, Hikmawati, S.Kep., M.Kep., merinci bahwa proses bimbingan kali ini akan mengombinasikan penguatan teori lapangan dan tindakan klinis yang tersupervisi ketat.

"Sebanyak 30 mahasiswa S1 Keperawatan STIKES Panrita Husada Bulukumba kami bagi menjadi dua gelombang untuk memperkuat pelayanan di Ruang Perawatan Melati dan Asoka selama masing-masing satu pekan," urai Hikmawati.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: