MBST Gelar Tender Sukarela Saham SBAT Rp2 per Saham
JALURDUA -
EmitenTrust.com - PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (MBST) mengajukan penawaran tender sukarela atas sebanyak-banyaknya 2.448.771.079 saham PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) atau setara 51,52% dari seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Dalam aksi tersebut, MBST menetapkan harga penawaran sebesar Rp2 per saham dengan nilai transaksi maksimal mencapai Rp4,89 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi yang diumumkan pada 5 November 2026, penawaran tender sukarela tersebut dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 54/POJK.04/2015 tentang Penawaran Tender Sukarela serta ketentuan POJK Nomor 45 Tahun 2024. MBST menyatakan memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan seluruh transaksi penawaran tender sukarela tersebut.MBST menunjuk n PT Tuntun Sekuritas Indonesia selaku pelaksana tender sukarela, Adapun harga Rp2 per saham ditetapkan berdasarkan ketentuan harga penawaran tender yang berlaku. Dalam dokumen tersebut, MBST mengungkapkan bahwa rata-rata harga perdagangan tertinggi harian saham SBAT selama 30 hari sebelum suspensi perdagangan berada di level Rp2 per saham. Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2023, SBAT mencatatkan ekuitas negatif sebesar Rp15,55 miliar dengan jumlah saham beredar sebanyak 4.752.982.378 saham. Kondisi tersebut membuat nilai buku perseroan tercatat negatif Rp3,27 per saham. Berdasarkan jadwal yang disampaikan, pernyataan penawaran tender sukarela diperkirakan memperoleh pernyataan efektif dari OJK pada 10 Desember 2026. Selanjutnya, periode penawaran dijadwalkan berlangsung mulai 14 Desember 2026 hingga 13 Januari 2027. Adapun pembayaran kepada pemegang saham yang mengikuti penawaran tender sukarela dijadwalkan pada 18 Januari 2027. Seperti diketahui, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) merupakan salah satu dari 18 emiten yang terkena kebijakan delisting Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat mengalami kepailitan. Perseroan juga diwajibkan melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebelum 10 November 2026. Sebelumnya, SBAT resmi mencatatkan saham perdana di BEI pada 8 April 2020 dengan melepas 425 juta saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dalam aksi IPO tersebut, perseroan menetapkan harga penawaran perdana Rp105 per saham dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp44,62 miliar. Bertindak sebagai penjamin emisi efek dalam IPO tersebut adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Surya Fajar Sekuritas. Pemegang saham terakhir per 30 September 2023 Masyarakat sebanyak 2.448.820.479 Saham atau51,52%Tan Heng Lok 1.638.911.899 Saham atau 34,48%PT. Industri Telekomunikasi Indonesia sebanyak 665.250.000 Saham atau 14,00% PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (MBST) selaku pembeli saham tender sukarela adalah anak perusahaan yang didirikan oleh PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) pada 13 Juli 2023.