NasDem Bulukumba Protes Pemberitaan Tak Berimbang
NasDem Bulukumba menolak framing media tak berimbang, desak klarifikasi, dan tegaskan pentingnya jurnalisme akurat dalam demokrasi sehat.
Kritik, kata mereka, harus berbasis data dan fakta, bukan spekulasi yang dikemas dramatis.
Ketika media mulai bermain dalam wilayah persepsi tanpa pijakan fakta yang kuat, maka fungsi kontrol sosial berisiko berubah menjadi distorsi realitas.
Situasi inilah yang, menurut NasDem, perlu diwaspadai bersama.
Desakan Klarifikasi dan Konsolidasi Politik
Sebagai respons konkret, DPD NasDem Bulukumba mendesak adanya klarifikasi terbuka dari pihak media atas narasi yang telah berkembang.
Mereka juga meminta evaluasi serius terhadap produk jurnalistik yang dianggap melampaui batas etika.
Selain itu, seluruh DPD NasDem se-Sulawesi Selatan disebut akan melakukan konsolidasi gerakan politik dan moral sebagai bentuk sikap tegas.
Langkah ini tidak hanya dimaknai sebagai pembelaan terhadap partai, tetapi juga sebagai upaya menjaga kualitas demokrasi dari pembentukan opini yang dinilai menyesatkan.
Pesan kepada Publik: Lebih Kritis Menyaring Informasi
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Menaker Yassierli Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- Prabowo Gembleng Ketua DPRD di Magelang demi Asta Cita
- NasDem Bulukumba Protes Pemberitaan Tak Berimbang
- Bulukumba: DPD Perindo Gelar Halal Bihalal & Konsolidasi, Pererat Tali Persaudar...
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- Piala Dunia U-16 2026: Ambisi Besar Bulukumba United di Bandung
- Dandim 1411 Bulukumba: Kenaikan Pangkat Bukan Hadiah Gratis
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- Menaker Yassierli Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas