Nurhabli Ridwan, Founder KPA GRAS Raih Juara I Wana Lestari Sumut 2026 Kategori Kader Konservasi Alam

Nurhabli Ridwan, Founder KPA GRAS Raih Juara I Wana Lestari Sumut 2026 Kategori Kader Konservasi Alam
Bacakan Artikel

Berdasarkan dokumen resmi Lampiran Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/454/KPTS/2026, penghargaan Wana Lestari tahun ini didistribusikan secara selektif kepada para pihak yang terbukti unggul dalam menjaga kestabilan alam di sub-kategori masing-masing.

Di Kategori Kelompok Tani Hutan (KTH), predikat Juara I dianugerahkan kepada KT Peduli Pesisir yang berlokasi di Desa Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat atas keberhasilan mereka memulihkan ekosistem pesisir. Posisi Juara II ditempati oleh KTH Fitorajo Bee Farm dari Kelurahan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang sukses mengintegrasikan kelestarian hutan dengan budidaya lebah madu bernilai ekonomi tinggi. Sedangkan Juara III diraih oleh KTH Uruk Pipa II dari Desa Kutabangun, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo yang berfokus pada konservasi lahan pertanian dataran tinggi.

Untuk Kategori Pemegang Persetujuan Hutan Kemasyarakatan (PPHK), pengakuan tertinggi sebagai Juara I diberikan kepada Kelompok Tani Cinta Mangrove dari Desa Perupuk, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batubara atas konsistensi mereka melindungi sabuk hijau pantai dari ancaman abrasi parah.

Pada Kategori Polisi Kehutanan yang menilai profesionalisme aparatur sipil negara, Juara diraih oleh Jhon Maruli Purba, seorang Polisi Kehutanan Mahir yang bertugas di Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), dan Hadyan Himdani, Polisi Kehutanan Terampil dari Seksi Wilayah 1 Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Wilayah Sumatera.

Persaingan sengit juga terlihat pada Kategori Kelompok Pencinta Alam (KPA), di mana Juara I berhasil disabet oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Negeri Medan (Unimed). Tempat Juara II diraih oleh organisasi Khatulistiwa Dairi.

Terakhir, pada Kategori Kader Konservasi Alam (KKA) yang berfokus pada penilaian figur individu penggerak, posisi Juara I mutlak diraih oleh Nurhabli Ridwan, pemuda asal Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.

Penetapan tersebut menunjukkan bahwa penghargaan Wana Lestari diberikan kepada berbagai unsur yang memiliki peran dalam upaya pelestarian hutan dan lingkungan, mulai dari kelompok masyarakat, kelompok tani hutan, aparat kehutanan, komunitas pecinta alam, hingga kader konservasi.

Akar Kecintaan Nurhabli Ridwan pada Konservasi Lingkungan

Perjalanan panjang Nurhabli Ridwan di dunia pelestarian alam bukanlah sebuah kebetulan yang terjadi dalam semalam. Pria ramah yang di kalangan aktivis akrab disapa Bang Bli ini lahir di Desa Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tanggal 3 Februari 1995. Dibesarkan dalam kesederhanaan, Nurhabli merupakan putra sulung dari pasangan bapak Nurlian dan ibu Riyanti.ย 

Sebagai anak tertua, ia tumbuh dengan rasa tanggung jawab yang besar, menjadi panutan bagi ketiga adik perempuannya, yaitu Nuri Hidayatika, Puteri Zeli Salsabila, dan Suraya Nabilla Ishmah.

Lingkungan keluarga yang menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial membentuk karakter Nurhabli menjadi pribadi yang tangguh dan peka terhadap semua kalangan.

Pendidikan formalnya ditempuh secara berjenjang di tanah kelahirannya, dimulai dari TK Raudhatul Athfal Al-Islamiyah Karang Anyar, berlanjut ke SD Negeri 101922 Beringin, dan menyelesaikan pendidikan tingkat pertama di SMP Swasta Jaya Krama Beringin. Ketertarikannya pada dunia teknik membawanya memilih SMK Negeri 1 Lubuk Pakam dengan mengambil spesialisasi pada Jurusan Teknik Konstruksi Kayu.ย 

Benih kepedulian terhadap isu-isu lingkungan hidup dan aksi kemanusiaan mulai bersemi saat ia menginjak usia remaja. Di bangku sekolah, ia aktif menceburkan diri dalam berbagai organisasi kepemudaan seperti OSIS, Gerakan Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR) dan organisasi pencinta alam.

Kiprah pengabdian perdananya tercatat pada tahun 2009. Kala itu, lewat kegiatan kepanduan Pramuka sekolah yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kodim 0204/Deli Serdang, Nurhabli terlibat langsung dalam aneka aksi sosial kemasyarakatan, penanaman bibit pohon, hingga kampanye bersih lingkungan.

Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 2010, fase pencarian jatidiri Nurhabli semakin mengkristal di jalur alam bebas. Ia memutuskan untuk mengikuti Pendidikan Dasar Calon Anggota Kumpulan Remaja Pencinta Alam (KuRPA) Kabupaten Deli Serdang. Pengalaman lapangan ini membuka matanya tentang keindahan sekaligus kerentanan alam Sumatera Utara.

Di tahun yang sama, ia mengikuti Kemah Kerja Rehabilitasi Lahan yang diselenggarakan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan di Tongkoh, Kabupaten Karo. Tak hanya itu, kapasitas sosialnya kian terasah saat ia dipercaya menjadi bagian dari kontingen Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Deli Serdang dalam kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Daerah Sumatera Utara.ย 

Rentetan pengalaman intensif di usia muda ini menjadi jangkar spiritual yang mengukuhkan tekadnya untuk mewakafkan sebagian besar sisa hidupnya pada pelestarian alam dan aksi kemanusiaan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: