Katalis Ambulans Karama Dicuri, Polisi Kejar Pelaku Lain
Warga miringkus MR saat melakukan pencurian katalis knalpot mobil ambulans di Bulukumba. Polisi amankan kunci inggris dan buru pelaku MI yang kabur.
Jalurdua.com BULUKUMBA - Suara mesin sepeda motor yang mendadak mati di kesunyian dini hari memicu kecurigaan mendalam bagi YP. Pemuda berusia 25 tahun itu memutuskan mengintip dari balik tirai jendela rumahnya di Dusun Buhung Luara, Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Di luar, dalam keremangan malam Kamis, 11 Juni 2026 sekitar pukul 01.00 WITA, dua pria tampak mondar-mandir mengitari mobil ambulans milik Pemerintah Desa Karama yang terparkir di halaman rumah MA (54).
Kecurigaan YP terbukti ketika ia melihat salah satu bayangan pria tersebut mulai membungkuk, menyusup ke kolong mobil, dan melepas komponen kendaraan menggunakan peralatan yang mereka bawa. Alih-alih berteriak yang berisiko membuat para pelaku kabur, YP mengambil langkah taktis dengan segera menghubungi MA, sang penanggung jawab kendaraan malam itu. Langkah senyap ini menjadi awal mula penangkapan dramatis salah satu komplotan pencuri spesifik tersebut.
Intaian Dini Hari di Dusun Buhung Luara
Aksi nekat komplotan ini tergolong berani mengingat armada yang mereka sasar adalah fasilitas medis kedaruratan warga desa. Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, pelaku yang berada di bawah kolong mobil bertugas mengeksekusi pencurian katalis knalpot mobil ambulans dengan menggunakan sebuah kunci inggris. Komponen penyaring emisi gas buang ini memang tengah menjadi incaran kejahatan karena kandungan logam mulianya.
Mendapat telepon mendadak dari YP, MA tidak tinggal diam. Ia langsung bergerak menemui saksi di lokasi parkir kendaraan dinas tersebut. Keduanya berbagi peran, mendekati area mobil dengan hati-hati guna memastikan para pelaku tidak memiliki ruang untuk mengelak.
Saat jarak sudah cukup dekat dan posisi pelaku terkunci, warga langsung menyergap. Satu pelaku berinisial MR (23), seorang pemuda asal BTN Polewali Mas, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, berhasil diringkus di tempat tanpa perlawanan berarti. Sial bagi MR, rekannya yang berinisial MI langsung tancap gas menggunakan sepeda motor begitu melihat situasi berbalik arah, meninggalkan MR terkepung sendirian.
Kepolisian Rilau Ale Amankan Barang Bukti
Laporan resmi masuk ke meja penyidik Polsek Rilau Ale sekitar pukul 02.30 WITA, hanya berselang satu setengah jam setelah aksi kejahatan itu pertama kali tepergok. Respons cepat warga yang langsung menyerahkan pelaku membuat situasi di tempat kejadian perkara tetap kondusif tanpa ada aksi main hakim sendiri yang berlebihan.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Andi Imran Hamid, membenarkan adanya penangkapan tangan oleh warga tersebut. Pihak penyidik bergerak cepat melakukan olah TKP dan mengamankan seluruh barang yang tertinggal di lokasi.
“Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit katalis knalpot mobil ambulans yang diduga hasil curian serta satu buah kunci inggris yang digunakan untuk melakukan aksinya,” jelas AKP Andi Imran Hamid dalam rilis resminya pada Jumat, 12 Juni 2026.
Pihak Pemerintah Desa Karama selaku pemilik sah kendaraan dinas tersebut menyatakan keberatan secara formal. Mereka meminta aparat penegak hukum memproses kasus sabotase fasilitas publik ini hingga tuntas demi memberikan efek jera.
Perburuan Pelaku MI yang Melarikan Diri
Saat ini, fokus utama penyidik Polsek Rilau Ale dan Satuan Reserse Kriminal Polres Bulukumba terbelah dua: merampungkan berkas pemeriksaan MR serta melacak keberadaan MI. Identitas MI telah dikantongi petugas berdasarkan nyanyian interogasi awal dari rekan sekomplotannya yang tertangkap.
Pengejaran intensif terus dilakukan ke beberapa titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian MI. Polisi juga mengimbau agar pelaku yang buron segera menyerahkan diri sebelum petugas mengambil tindakan tegas di lapangan.
“Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Rilau Ale guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas,” pungkas AKP Andi Imran Hamid secara tegas.
Pencurian katalis knalpot mobil ambulans milik pemerintah desa ini memicu kekhawatiran meluas mengenai keamanan fasilitas pelayanan medis di tingkat banjar atau desa. Komponen knalpot yang hilang tidak sekadar merugikan secara material, tetapi berisiko melumpuhkan operasional armada ambulans yang setiap saat dibutuhkan untuk merujuk pasien kritis atau ibu melahirkan ke rumah sakit pusat. Ke depan, pengawasan ketat terhadap aset-aset publik dan pengaktifan kembali siskamling malam hari menjadi benteng utama agar fasilitas penyelamat nyawa seperti ambulans desa tidak kembali lumpuh oleh ulah para pemburu suku cadang ilegal.***